Timika, Papuadaily – Wakil Bupati (Wabup) Mimika sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Emanuel Kemong, menegaskan bahwa pelaksanaan Program MBG di sekolah sangat bergantung pada aktivitas belajar siswa. Oleh sebab itu, jika sekolah diliburkan, maka distribusi MBG otomatis terhenti sementara.
“MBG itu dapat dijalankan apabila anak-anak aktif di sekolah. Kalau karena asap sekolah tidak aktif, pasti MBG tidak jalan. Jadi nanti kita akan menyesuaikan dengan perkembangan situasi. Kalau sekolah itu jalan, ya tetap jalan, tapi kalau tutup, ya pasti MBG juga akan berhenti sementara,” kata Wabup Kemong, Selasa (13/10/2026).
Namun, untuk MBG bagi ibu hamil dan menyusui, program tetap jalan karena melekat pada masing-masing Posyandu. Apabila Posyandu jalan maka makan bergizi tetap dijalankan.
Emanuel menambahkan, kebijakan Bupati terkait libur sekolah bersifat menyeluruh dan akan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan, termasuk faktor polusi udara.
Jika kualitas udara kembali normal, maka sekolah tetap beroperasi dan MBG berjalan sebagaimana mestinya.
“Kebijakan Bupati terkait libur sekolah itu bersifat menyeluruh dan akan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan, termasuk faktor polusi udara. Jika kualitas udara kembali normal, maka sekolah tetap beroperasi dan MBG berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.








