Timika, Papuadaily – Langkah mereka terdengar serempak. Senyum tak lepas dari wajah para jurnalis perempuan yang mengenakan balutan merah putih berpadu dengan sentuhan khas Papua.
Hari ini, mereka bukan berada di balik lensa untuk mengabadikan jalannya perlombaan, melainkan menjadi bagian dari barisan yang ikut memeriahkan Lomba Gerak Jalan Kreasi dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Jumat (7/8/2026).
Busana bernuansa merah putih yang dipadukan dengan sentuhan khas Papua membuat penampilan mereka mencuri perhatian. Bukan sekadar tampil berbeda, tetapi menjadi simbol bahwa semangat nasionalisme dapat berjalan beriringan dengan kecintaan terhadap budaya lokal.
Di bawah bendera Jurnalis Perempuan Kabupaten Mimika (JPM), mereka melangkah kompak bersama puluhan regu lain yang berasal dari sekolah, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga berbagai instansi di Kabupaten Mimika. Sesekali senyum dan tawa menghiasi barisan, menghapus sejenak rutinitas mengejar tenggat berita dan liputan di lapangan.
Bagi para jurnalis perempuan, keikutsertaan dalam gerak jalan bukan semata mengejar penilaian dewan juri.
Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi ruang untuk mempererat solidaritas antarsesama jurnalis sekaligus menunjukkan bahwa insan pers juga merupakan bagian dari masyarakat yang turut merayakan kemerdekaan melalui karya dan kebersamaan.
Lomba gerak jalan kreasi secara resmi dilepas oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa peringatan kemerdekaan bukan hanya mengenang Proklamasi 17 Agustus 1945, tetapi menjadi pengingat akan perjuangan panjang para pendiri bangsa dalam merebut kemerdekaan.
“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah. Sebagai generasi penerus, kita wajib bertanggung jawab untuk mengisinya melalui karya, pengabdian, disiplin, dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Pesan itu terasa relevan bagi profesi jurnalis. Di tengah derasnya arus informasi, karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab menjadi salah satu bentuk pengabdian dalam mengisi kemerdekaan.
Bagi para jurnalis perempuan Mimika, menjaga kepercayaan publik melalui pemberitaan yang berkualitas merupakan bagian dari kontribusi nyata bagi bangsa.
Panitia menyiapkan sejumlah titik penilaian di sepanjang rute, mulai dari Gedung Eme Neme Yauware, depan Kantor Telkom, Jalan Belibis hingga Jalan Cenderawasih. Setiap regu dinilai berdasarkan kekompakan, kreativitas, dan penampilan selama mengikuti lomba.
Tahun ini, lomba gerak jalan kreasi kategori putri diikuti oleh 38 regu, sedangkan kategori putra dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (8/8/2026).
Di tengah riuh semarak peringatan kemerdekaan, langkah para jurnalis perempuan Mimika menjadi pengingat bahwa profesi wartawan tidak hanya hadir untuk merekam sejarah, tetapi juga ikut menjadi bagian dari sejarah itu sendiri.
Dari balik kamera dan buku catatan, mereka melangkah bersama, merayakan Indonesia dengan cara yang sederhana, namun penuh makna.
