Timika, Papuadaily – Aparat gabungan memastikan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat dalam pembunuhan dan pembakaran kendaraan di kawasan Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, terus dilakukan.
Pengejaran intensif dilakukan menyusul serangan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) makin brutal belakangan ini, terutama di wilayah Papua Pegunungan.
Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Komisaris Besar Yusuf Sutejo mengatakan aparat terus melakukan penyelidikan setelah olah tempat kejadian perkara. Satgas Damai Cartenz bersama TNI dan Polres Jayawijaya masih memburu pihak yang diduga terlibat dalam serangan tersebut.
“Kami tetap tidak tinggal diam dan tidak mengenal lelah untuk terus melakukan pengejaran dan pencarian terhadap para pelaku yang telah melakukan tindakan keji tersebut,” kata Yusuf, Jumat, 18 September 2026.
Menurut Yusuf, aparat perlu memastikan identitas setiap orang yang diduga terlibat sebelum melakukan penangkapan. Penyidik juga masih mengumpulkan fakta dan alat bukti untuk mengungkap rangkaian peristiwa tersebut.
“Kita harus memastikan betul siapa para tersangka dan di mana keberadaannya sehingga dapat dilakukan penangkapan untuk kemudian diajukan ke proses hukum,” ujarnya.
Yusuf mengatakan pengejaran dilakukan dengan tetap mengedepankan mekanisme penegakan hukum. Aparat, kata dia, tidak ingin tindakan pengejaran justru menimbulkan dampak terhadap masyarakat sipil.
“Kami tidak bisa melakukan upaya di luar proses penegakan hukum karena yang akan menanggung akibatnya dan dirugikan adalah masyarakat sipil,” kata dia.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Inspektur Jenderal Faizal Ramadhani mengatakan sejumlah langkah telah dilakukan aparat di lokasi kejadian. Di antaranya penanganan awal di tempat kejadian perkara, pengumpulan barang bukti, pemeriksaan saksi, serta evakuasi korban.
“Untuk upaya lanjutan, kami terus melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat. Setiap perkembangan akan kami dalami berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh dalam proses penyelidikan,” ujar Faizal.
Sementara itu, jenazah AS, 41 tahun, korban dalam peristiwa tersebut, telah dipulangkan dari Wamena menuju kampung halamannya di Kabupaten Toraja, Sulawesi Selatan, Jumat pagi.
Jenazah diberangkatkan dari Wamena sekitar pukul 10.00 WIT menuju Sentani sebelum diterbangkan ke Makassar sekitar pukul 12.00 WIT. Selanjutnya, jenazah dibawa ke Tanah Toraja untuk diserahkan kepada keluarga.
Istri korban sebelumnya dijemput personel TNI menggunakan helikopter dari kediamannya di Lugah menuju Wamena. Setelah berkumpul dengan keluarga, proses pemulangan jenazah dilanjutkan.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Komisaris Besar Adarma Sinaga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia mengatakan kepolisian memastikan proses pemulangan jenazah berlangsung aman hingga tiba di kampung halaman.
Adarma juga meminta masyarakat tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melakukan perjalanan ke wilayah yang jauh dari pusat kota. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.







