Pemkab Mimika Bentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis

Penandatanganan komitmen penanggulangan TB. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Timika, Papuadaily – Pemerintah Kabupaten Mimika resmi membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) guna menekan lonjakan kasus penyakit menular tersebut di daerahnya

Langkah penanganan ini diambil lantaran tuberkulosis (TBC) masih menjadi ancaman kesehatan serius yang membebani masyarakat global dan tak kunjung menunjukkan tren penurunan.

banner 325x300

Pembentukan tim intervensi khusus ini melibatkan seluruh Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Mimika, unsur lintas sektor pemerintah maupun non-pemerintah, hingga pemangku kepentingan di bidang kesehatan dan non-kesehatan.

Peluncuran TP2TB berlangsung dalam pertemuan bertema “Penguatan Kolaborasi Lintas Sektor Untuk Percepatan Penanggulangan Dan Eliminasi Tuberkulosis Di Kabupaten Mimika” di Hotel Grand Tembaga, Selasa (13/10/2026).

Membuka agenda tersebut secara resmi, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot, menegaskan bahwa penanggulangan TBC menuntut komitmen riil dari seluruh pihak.

Ia menggarisbawahi pentingnya kelengkapan struktur organisasi, kepastian pembagian tugas, mekanisme kerja terukur, hingga jaminan dukungan anggaran agar program kerja tidak stagnan.

“Biasanya kita membentuk tim, tetapi kemudian hanya di atas kertas dan tidak pernah diterapkan. Karena itu, pembentukan tim ini harus diikuti dengan pelaksanaan yang nyata,” tegas Ananias.

Ananias berharap TP2TB tak sekadar hadir sebagai formalitas struktur, melainkan bertransformasi menjadi wadah koordinasi taktis yang ditetapkan lewat Keputusan Bupati. Ia turut menyoroti krusialnya keterlibatan tokoh masyarakat di lapangan, penyamaan persepsi antarlembaga terkait skema pembiayaan, hingga validitas basis data intervensi.

“Data paling penting. Tanpa data yang jelas, pelaksanaan program bisa kacau. Pembagian tugas pokok dan fungsi juga harus terperinci. Mari bekerja dengan hati demi kesehatan masyarakat Mimika,” ujarnya.

Melalui TP2TB, pemkab mendorong integrasi program kerja penanggulangan TBC ke dalam rencana strategis masing-masing instansi. Langkah ini ditujukan untuk merancang intervensi yang presisi sekaligus mencegah terjadinya tumpang-tindih kegiatan di lapangan.

Koordinasi terpadu akan mencakup aspek perumusan kebijakan, sinkronisasi perencanaan dan pelaksanaan, hingga tahap pemantauan dan evaluasi secara berkala.

“Pertemuan ini juga diarahkan untuk menyepakati struktur keanggotaan, tugas dan fungsi tim, mekanisme kerja, serta pembagian peran setiap perangkat daerah dan pemangku kepentingan,” ungkap Ananias.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Mimika, Linus Dumatubun, menjelaskan bahwa konsolidasi ini dirancang untuk membangun kesepahaman lintas sektor demi mengakselerasi pembentukan TP2TB dan penuntasan kasus TBC.

Selain memperkuat koordinasi, penjelasannya mencakup pengintegrasian skema kerja ke dalam sistem penganggaran daerah guna menunjang target eliminasi TBC nasional di Kabupaten Mimika.

“Sebagai bentuk komitmen bersama untuk menuntaskan TB di Mimika, kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen oleh para pihak yang terlibat,” pungkas Linus.