Timika, Papuadaily – Pemerintah Kabupaten Mimika mulai menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat Distrik Jila yang terdampak konflik. Distribusi bantuan dilakukan menggunakan helikopter TNI Angkatan Udara mengingat sebagian warga saat ini terkonsentrasi di ibu kota distrik dan tidak dapat beraktivitas normal, termasuk menuju kebun dan ladang.
Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, penyaluran bantuan tersebut dilakukan melalui koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Mimika dan jajaran TNI. Bantuan yang disiapkan meliputi beras, mi instan, telur, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
“Pasca konflik di Distrik Jila, masyarakat hari ini sudah terkumpul semua di bukit distrik dan mereka tidak bisa pergi ke kebun, ladang dan lain-lain,” kata Johannes Rettob, Jumat (21/8/2026).
Pemerintah Kabupaten Mimika, kata Johannes, menyiapkan sekitar 4 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Distrik Jila. Pada tahap awal, sebanyak 700 kilogram bantuan telah diberangkatkan menggunakan helikopter TNI AU.
“Pemerintah menyiapkan total pertama empat ton. Hari ini baru kita kirim 700 kilo, tetapi besok kita akan kirim terus sampai kebutuhan di sana terpenuhi,” ujarnya.
Johannes berharap seluruh proses distribusi bantuan dapat berlangsung aman dan lancar. Pemerintah daerah, kata dia, terus berkoordinasi dengan jajaran TNI untuk memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Selain penyaluran logistik, pemerintah bersama aparat keamanan juga terus melakukan penanganan terhadap warga yang terdampak situasi keamanan di wilayah tersebut.
Dandim 1710/Mimika Letkol Inf. Teuku Jozanda mengatakan, pihaknya berharap kondisi keamanan di Distrik Jila segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas dengan rasa aman.
“Kita berharap kegiatan berjalan lancar, masyarakat kembali aman, situasi di Jila kondusif, dan kita berharap tidak terjadi lagi trauma di sana,” kata Teuku Jozanda.
Ia juga menyoroti kondisi sejumlah warga yang membutuhkan penanganan medis, termasuk korban yang mengalami luka dan patah kaki. Menurutnya, proses evakuasi terhadap warga yang membutuhkan perawatan harus segera dilakukan agar dapat memperoleh penanganan medis yang memadai.
“Kita juga berharap ibu-ibu yang dalam kondisi sakit atau yang tadi kakinya patah bisa segera dievakuasi,” ujarnya.
Teuku Jozanda turut mendoakan seluruh personel yang bertugas dalam operasi penanganan situasi di Distrik Jila agar diberikan kesehatan dan kelancaran.
“Kita juga mendoakan semoga anak-anak kita segera bisa kita kembalikan ke keluarganya,” katanya.
Dukungan terhadap pengiriman bantuan juga diberikan TNI Angkatan Udara melalui Lanud Yohanis Kapiyau Timika. Komandan Lanud Yohanis Kapiyau, Kolonel Pnb Taufik Andriadi, menegaskan pihaknya siap mendukung program Pemerintah Kabupaten Mimika, termasuk dalam pendistribusian bahan makanan dan kebutuhan mendesak ke wilayah yang sulit dijangkau.
“TNI Angkatan Udara melalui Lanud Yohanis Kapiyau akan selalu mendukung program yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah, termasuk untuk membantu daerah-daerah yang membutuhkan sekali, terutama bahan makanan dan apa pun yang diperlukan dari pemerintah daerah,” ujarnya.
Di tengah upaya penyaluran bantuan dan penanganan situasi keamanan, Johannes Rettob meminta dukungan doa dari seluruh masyarakat Mimika dan Papua agar proses evakuasi, pencarian, serta penanganan warga di Distrik Jila dapat berjalan lancar.
Ia secara khusus berharap warga yang dilaporkan masih belum kembali kepada keluarga dapat segera ditemukan dan dipulangkan dalam keadaan selamat.
“Secara khusus kepada keluarga yang punya anak-anak yang dibawa paksa, semoga bisa kembali dengan normal, dengan selamat, kembali dengan aman, supaya bisa berkumpul dengan keluarga,” kata Johannes.
Bupati menegaskan, dukungan seluruh masyarakat sangat dibutuhkan agar seluruh rangkaian operasi kemanusiaan dan penanganan situasi di Distrik Jila dapat berlangsung dengan baik.
“Mohon doa untuk seluruh masyarakat Kabupaten Mimika atas operasi ini,” pungkasnya.






