banner 728x250
News  

Tinjau Lokasi, Bupati Mimika Pastikan Bangun Kembali Gereja Terbakar di Pomako

Bupati Mimika Johannes Rettob meninjau langsung kondisi Gereja Katolik St Fransiskus Paumako yang ludes dilalap api. (Papuadaily/Sevianto)

Timika, Papuadaily – Bupati Mimika, Johannes Rettob, bersama Ketua TP PKK Mimika, Ny. Suzy Herawati Rettob, meninjau langsung lokasi kebakaran Gereja Katolik St Fransiskus Paumako, Mimika Timur, Jumat (29/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan pemerintah daerah menyaksikan kondisi gereja yang telah rata dengan tanah setelah dilalap api pada Rabu (27/5/2026) malam lalu.

Berdasarkan keterangan warga dan umat setempat, kebakaran diduga dipicu lilin yang sebelumnya dinyalakan di dalam gereja. Saat kejadian, pengurus gereja diketahui meninggalkan lokasi karena ibadah Rosario dilaksanakan di rumah salah satu umat di sekitar kawasan tersebut.

Menanggapi musibah itu, Johannes Rettob memastikan Pemerintah Kabupaten Mimika akan bergerak cepat membantu pembangunan gereja sementara agar aktivitas ibadah umat tetap berjalan.

“Tahun ini kami bantu untuk membangun gereja sementara. Walaupun sementara, tetap dibangun agak bagus agar layak untuk umat beribadah,” kata Johannes Rettob saat berdialog dengan pengurus gereja dan warga.

Ia meminta pengurus gereja segera mengajukan proposal pembangunan agar proses pencairan bantuan dapat segera dilakukan.

“Ketua Dewan Gereja mohon segera ajukan proposal supaya saya bisa langsung keluarkan uang untuk bangun gereja sementara dulu. Minggu depan sudah bisa langsung diproses,” ujarnya.

Bupati Mimika Johannes Rettob ketika meninjau langsung kondisi Gereja Katolik St Fransiskus Paumako yang ludes dilalap api. (Papuadaily/Sevianto)

Sementara itu, untuk pembangunan gereja permanen, Pemkab Mimika baru akan mengalokasikan anggaran pada tahun depan. Menurut Johannes, bangunan permanen nantinya akan dibangun dengan konstruksi yang lebih baik dan representatif dibanding sebelumnya.

Selain pembangunan gereja, pemerintah daerah juga akan mempertimbangkan pembangunan fasilitas penunjang seperti aula dan posyandu yang diusulkan masyarakat setempat.

“Hari ini saya datang berkunjung begitu ada waktu, untuk melihat langsung bagaimana kondisi gereja yang terbakar. Dan ternyata memang kondisinya seperti ini sehingga kita harus bergerak cepat bagaimana ada tempat bagi masyarakat bisa beribadah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Johannes Rettob juga menyoroti pentingnya penambahan pos pemadam kebakaran di wilayah pesisir Mimika Timur guna mempercepat respons penanganan kebakaran.

Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Mimika telah merencanakan pembangunan tiga pos pemadam kebakaran baru pada tahun depan, salah satunya di wilayah Mimika Timur.

“Karena memang cukup jauh jika pos Damkar hanya ada di kota, sehingga kita pikir bagaimana bisa menjangkau lebih dekat dan lebih cepat,” ujarnya.

Ketua Dewan Paroki Emmanuel Mapurujaya, Herman Dumatubun, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Mimika terhadap musibah yang menimpa gereja tersebut.

Ia mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir pihaknya menghadapi dua peristiwa kebakaran rumah ibadah.

“Bulan ini kami ada dua gereja yang kena musibah. Awal bulan lalu Gereja Stasi Arwana kena musibah dan hari ini Gereja di Paumako,” kata Herman.

Menurutnya, pihak gereja akan segera menyiapkan seluruh dokumen dan proposal pembangunan sebagaimana arahan pemerintah daerah, agar pembangunan gereja permanen dapat direalisasikan pada tahun anggaran mendatang.

Ia juga memastikan bangunan gereja sementara nantinya tetap akan dimanfaatkan dan tidak dibongkar setelah gereja permanen berdiri.

“Tahun ini sebagai langkah cepat, dalam waktu dekat kita akan bangun sementara dulu. Tetapi bangunan sementara ini tidak akan kita bongkar nanti, rugi. Jadi tetap akan digunakan, dibangun dekat sini,” ujarnya.

Untuk sementara, kegiatan ibadah mingguan umat akan dilaksanakan dengan meminjam salah satu ruang kelas sekolah di sekitar lokasi.