News  

Warga Papua Ramai-ramai Protes Pernyataan Prabowo soal Temuan Emas Baru di Pegunungan Papua

Ilustrasi

Timika, Papuadaily – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai temuan baru cadangan emas dan mineral dalam skala sangat besar di wilayah Pegunungan Papua memicu beragam reaksi di ruang publik.

Sejumlah warga Papua menyampaikan penolakan dan kritik melalui media sosial, mempertanyakan arah pemanfaatan sumber daya alam tersebut serta manfaatnya bagi masyarakat adat di Tanah Papua.

Gelombang respons itu muncul setelah pidato Presiden Prabowo dalam acara Peresmian Peluncuran Mandatori B50 pada Kamis (9/7/2026) tersebar luas di berbagai platform digital. Pada sejumlah unggahan video pidato tersebut, banyak warganet Papua membanjiri kolom komentar dengan kritik terhadap rencana eksplorasi maupun pengelolaan potensi tambang baru.

Sebagian besar komentar menyoroti persoalan kepemilikan sumber daya alam, hak masyarakat adat, serta pengalaman panjang eksploitasi sumber daya alam di Papua yang dinilai belum sepenuhnya menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.

Salah satu komentar yang banyak mendapat perhatian datang dari akun media sosial @charel.motee.

“Memangnya itu pemerintah punya, enak sekali bicara. Masa depan untuk siapa yang anda maksud,” tulis akun @charel.motee.

Komentar serupa juga bermunculan dari sejumlah pengguna media sosial lainnya yang mempertanyakan transparansi pemerintah apabila temuan tersebut nantinya dikembangkan menjadi proyek pertambangan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo mengungkapkan dirinya baru menerima laporan mengenai hasil ekspedisi ilmiah yang menemukan cadangan emas dan berbagai mineral strategis di wilayah Pegunungan Papua.

Menurut Presiden, temuan tersebut merupakan hasil kerja tim ilmiah yang melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sejumlah perguruan tinggi, serta mendapat dukungan dari TNI.

“Saya juga baru dapat laporan baru berapa jam, ekspedisi ilmiah kita baru bekerja kalau tidak salah baru berjalan dua atau tiga minggu di pegunungan Papua. Tim dari BRIN dengan beberapa universitas dibantu TNI menemukan cadangan emas dan cadangan mineral-mineral yang sangat besar,” ujar Prabowo saat Peresmian Peluncuran Mandatori B50, Kamis (9/7/2026).

Presiden menilai temuan tersebut menjadi salah satu indikator kuat bahwa prospek ekonomi Indonesia ke depan sangat menjanjikan. Selain potensi emas di Papua, ia juga menyebut adanya sejumlah penemuan cadangan energi di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Prabowo, Indonesia baru saja menemukan cadangan gas dalam jumlah besar di kawasan Andaman, Aceh, serta masih memiliki potensi besar di Blok Masela, Maluku Barat Daya, Natuna, hingga beberapa wilayah di Kalimantan.

“Cadangan gas yang sangat besar, baru saja kita menemukan gas di Andaman, kita masih punya ladang besar di Masela, di Maluku Barat Daya, di Natuna. Di Kalimantan kita juga temukan baru saja ladang-ladang besar dan baru kita ketahui,” katanya.

Pemerintah Belum Ungkap Lokasi dan Detail Temuan

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membenarkan adanya potensi sumber daya emas yang dinilai sangat menjanjikan. Namun, pemerintah belum bersedia mengungkap lokasi maupun besaran cadangan yang dimaksud.

Bahlil mengatakan informasi tersebut masih bersifat terbatas sehingga belum dapat dipublikasikan secara rinci.

“Karena masih, kita tidak boleh menyampaikan yang belum untuk diumumkan secara detail. Saya tidak boleh mendahului Bapak Presiden,” ujarnya kepada wartawan di sela sebuah kegiatan.

Meski demikian, Bahlil memberi sinyal bahwa kualitas mineral yang ditemukan di Papua memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

“Kalau emas Papua itu biasanya bagus-bagus,” katanya singkat.