NABIRE, Papuadaily – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memastikan proses rekrutmen tenaga pendidikan program MAPEGA (Majukan Pendidikan Gratis Anak) untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tahun 2026 berjalan sesuai tahapan.
Hingga tahap verifikasi administrasi, sebanyak 425 pelamar dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahapan seleksi berikutnya untuk mengisi kebutuhan tenaga pendidik di tujuh kabupaten di Papua Tengah.
Pengumuman hasil verifikasi administrasi seleksi tenaga guru MAPEGA 3T tahun 2026 telah disampaikan secara resmi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah. Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley untuk memperkuat layanan pendidikan, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan tenaga pengajar.
Pada tahun 2026, Pemprov Papua Tengah membuka sebanyak 500 formasi tenaga pendidik MAPEGA 3T yang akan ditempatkan di berbagai sekolah di daerah terpencil.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa sebelumnya mengatakan, program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas.
“Program ini menjadi salah satu prioritas utama Pemprov Papua Tengah dalam upaya mewujudkan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas, serta mengatasi kekurangan tenaga pengajar yang selama ini menjadi tantangan di wilayah tersebut,” ujar Meki.
Berdasarkan hasil verifikasi administrasi, jumlah peserta yang dinyatakan lolos berasal dari tujuh kabupaten, yakni:
- Kabupaten Deiyai: 87 peserta
- Kabupaten Dogiyai: 62 peserta
- Kabupaten Intan Jaya: 11 peserta
- Kabupaten Nabire: 98 peserta
- Kabupaten Paniai: 110 peserta
- Kabupaten Puncak Jaya: 26 peserta
- Kabupaten Puncak: 31 peserta
Dari total formasi yang tersedia, jumlah peserta yang lolos administrasi masih belum memenuhi seluruh kebutuhan tenaga pendidik yang direncanakan pemerintah daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah, mengatakan peserta yang lolos administrasi selanjutnya akan mengikuti seleksi wawancara yang dijadwalkan berlangsung pada 22–23 April 2026 di masing-masing kabupaten.
“Peserta yang memenuhi persyaratan administrasi yang dapat melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya, sesuai mekanisme yang dilaksanakan secara transparan dan akuntabel,” ujar Nurhaidah.
Pelaksanaan seleksi wawancara akan dilakukan secara serentak di tujuh kabupaten lokasi penempatan, yakni Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Nabire, Paniai, Puncak Jaya, dan Puncak.
Untuk mendukung kelancaran proses seleksi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten setempat terkait kesiapan fasilitas, termasuk penyediaan gedung maupun aula sebagai lokasi pelaksanaan wawancara.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap program MAPEGA 3T mampu menjawab tantangan kekurangan tenaga pendidik di wilayah terpencil sekaligus memperkuat pemerataan kualitas pendidikan.
Melalui proses seleksi yang terstruktur, objektif, dan berbasis kompetensi, Pemprov Papua Tengah menargetkan tenaga pendidik yang terpilih merupakan figur profesional, berdedikasi, serta siap mengabdi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah 3T Papua Tengah.






