banner 728x250
News  

Belum Capai Rasio Ideal, Mimika Masih Butuh Tenaga Kesehatan

Reynold Rizal Ubra. (Papuadaily/Crystal)

Timika, Papuadaily – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Rizal Ubra, menanggapi kondisi kekurangan tenaga medis di wilayah tersebut, seiring pertumbuhan penduduk yang meningkat hampir 5 persen per tahun.

“Jika mengacu pada laporan akuntabilitas kinerja, jumlah penduduk Kabupaten Mimika saat ini sekitar 321 ribu jiwa,” katanya di Timika, Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, secara ideal jumlah tenaga kesehatan harus berbanding dengan pertumbuhan penduduk. Target Kementerian Kesehatan, dalam setiap 1.000 penduduk minimal terdapat dua dokter, dua perawat, dan dua bidan.

“Saat ini, jumlah tenaga kesehatan yang bertugas sebanyak 2.169 orang dengan acuan jumlah penduduk sekitar 315 ribu jiwa berdasarkan data tahun sebelumnya,” jelasnya.

Namun, jika mengacu pada rasio ideal tersebut, Kabupaten Mimika diperkirakan masih kekurangan sekitar 300 tenaga kesehatan.

Sebelumnya, salah satu petugas kesehatan di Kampung Singa, Kabupaten Mimika, Terah, juga menyampaikan bahwa kekurangan tenaga medis paling dirasakan di wilayah pegunungan atau pedalaman pada 12 November 2025 lalu.

“Untuk tenaga kesehatan di wilayah pedalaman sangat berisiko dan jumlahnya sangat kurang. Kami yang bertugas di pedalaman kekurangan tenaga medis. Sementara untuk rekan-rekan yang bertugas di wilayah pesisir, jumlah tenaga kesehatannya sudah relatif maksimal,” tegasnya saat wawancara yang lalu.

Sementara itu, untuk tenaga dokter spesialis di RSUD Mimika saat ini terdapat sekitar 21 orang. Meski demikian, kebutuhan dokter spesialis secara keseluruhan masih dinilai cukup tinggi.

“Dalam kondisi normal pelayanan masih bisa berjalan, termasuk dengan sistem dua shift. Ke depan akan diperkuat dengan sistem telemedicine untuk membantu keterbatasan tenaga medis,” katanya.

Meski demikian, Reynold  menegaskan kebijakan efisiensi tidak berarti mengurangi tenaga kesehatan yang ada.

“Kami berupaya mengoptimalkan sumber daya yang tersedia melalui berbagai skenario dan opsi pelayanan agar tetap berjalan maksimal,”ungkapnya saat wawancara di Timika.

Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk otomatis berdampak pada meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat.

“Untuk menyikapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan menerapkan sejumlah strategi, di antaranya melalui enam program prioritas kesehatan menuju gerakan pembangunan kesehatan masyarakat,” tutupnya.