Timika, Papuadaily – Ketua Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Arwanop, Obaja Janampa, menegaskan bahwa pembangunan di wilayah pegunungan sebaiknya tidak selalu menggunakan pihak ketiga atau kontraktor dari luar daerah.
Menurutnya, pemerintah perlu memberdayakan sumber daya manusia dari kalangan pemuda setempat agar mereka dapat terlibat langsung dalam proses pembangunan di wilayahnya.
“Saya lebih setuju apabila setiap rencana pembangunan rumah petugas melibatkan sumber daya manusia dari anak-anak muda yang tinggal di wilayah kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penggunaan pihak ketiga dalam pembangunan di daerah pegunungan sering kali tidak menyesuaikan dengan kondisi wilayah setempat yang memiliki tingkat kerawanan dan tantangan geografis tersendiri.
“Ketika menggunakan kontraktor dari luar, sering kali pembangunan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan, seperti pembangunan jembatan maupun beberapa rumah yang menurut kami tidak sesuai,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2026 yang digelar pada 2 Maret 2026 di wilayah Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika.
Dalam perencanaan pembangunan tahun 2026, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah program pembangunan fasilitas kesehatan, termasuk pembangunan pos kesehatan dan rumah petugas di wilayah pegunungan.
Program tersebut merupakan bagian dari program strategis daerah, termasuk pembangunan fasilitas kesehatan di wilayah Agimuga serta rencana pembangunan Puskesmas baru di Awarnop guna meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di daerah pegunungan.








