Kapolres Mimika: Peredaran Miras tak Terkontrol Penyebab Meningkatnya Angka Kriminalitas

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman. (Foto: Moh)

Timika, Papuadaily – Kepolisian Resor (Polres) Mimika mengidentifikasi maraknya peredaran minuman keras (miras) ilegal dan peredaran narkotika sebagai pemicu utama meningkatnya angka kriminalitas di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Selain kedua faktor tersebut, himpitan ekonomi juga menjadi tantangan keamanan utama di wilayah itu sepanjang semester pertama 2026.

Kapolres Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menyatakan kepolisian tengah mengintensifkan pengawasan dan penindakan hukum terhadap peredaran miras tak berizin guna menekan angka kejahatan.

“Nah, kalau masalah kriminalitas meningkat, itu pasti ada korelasinya dengan peredaran miras. Peredaran miras ilegal yang tidak terkontrol,” kata Billyandha kepada wartawan di Mimika, Senin, 15 Juni 2026.

Menurut Billyandha, langkah penindakan kepolisian ini selaras dengan arahan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua terkait penanganan komoditas tersebut.

“Tadi sudah disampaikan oleh Bapak Kapolda, namanya miras tidak bisa hilang seutuhnya, tapi kita harus bisa kontrol, ya kan,” ujarnya.

Sepanjang satu semester terakhir, Polres Mimika menyita lebih dari 2 ton miras ilegal, baik jenis lokal tradisional maupun pabrikan.

“​Nah, ini upaya kita, selama satu semester kita ada penertiban miras ada 2 ton lebih ya, 2 ton lebih dari berbagai merek, mulai dari minuman lokal sampai dengan yang bermerek,” papar Billyandha.

Selain miras, Billyandha mengungkapkan Mimika kini menjadi salah satu target utama jaringan narkotika. Baru-baru ini, polisi memusnahkan barang bukti berupa sabu-sabu seberat hampir 1 kilogram, pil terlarang, serta ganja dengan estimasi nilai mencapai Rp2,7 miliar.

“Kemudian kemarin juga kami sudah memusnahkan narkoba jenis sabu, kemudian ada pil dan ganja, itu senilai 2,7 miliar. Sabu hampir 1 kilo, itu baru semester pertama. Memang Timika ini menjadi target. Jadi, di sini terkait faktor ekonomi, nah, itu juga bisa menjadi salah satu, ya pemicu,” tambahnya.

Sebagai langkah preventif, Polres Mimika bermitra dengan pemerintah daerah untuk mengalihkan aktivitas masyarakat ke kegiatan positif, salah satunya melalui program olahraga.

“Tapi kami dari pemerintah, khususnya kepolisian, untuk meminimalisir hal tersebut, kita melaksana—mengadakan kegiatan yang positif. Contoh kayak olahraga, ada badminton, kemudian ada mini soccer. Nah, nanti bulan depan insyaallah setelah turnamen mini soccer terbuka open ini, kita akan laksanakan lomba lari, Timika Run. Nanti finish-nya di Polres. Ini se sekadar info saja toh, 10K,” kata Billyandha.

Sedangkan untuk penanganan kasus kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat—seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor)—Polres Mimika berkomitmen melakukan penegakan hukum secara cepat.

Billyandha juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memanfaatkan layanan pengawalan keamanan gratis, khususnya saat bertransaksi keuangan dalam jumlah besar di bank.

“Ingat waspada, intinya agar ya mawas diri, ya. Kalau misal nanti di bank butuh pengawalan, silakan hubungi kami kepolisian, kami akan kawal gratis. Gitu. Catat, gratis. Iya. Jam berapa pun,” pungkasnya.