banner 728x250
Mimika  

Pertama Dalam Sejarah Mimika, Kepala Daerah Laporkan Kinerja ke Masyarakat

dok/Papuadaily

Timika, Papuadaily – Pemerintah Kabupaten Mimika mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya, kepala daerah secara terbuka menyampaikan laporan kinerja kepada publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Langkah tersebut mendapat apresiasi dari tokoh pemuda Mimika, Elly Dolame. Ia menilai praktik ini sebagai terobosan penting dalam tata kelola pemerintahan yang lebih terbuka.

“Ini luar biasa, sesuatu yang baru terjadi di Kabupaten Mimika. Semoga ke depan bisa jauh lebih baik lagi. Mari kita dukung program-program bapak Bupati dan Wakil Bupati,” ujarnya.

Penyampaian kinerja tersebut dilakukan bertepatan dengan satu tahun masa kepemimpinan Bupati Mimika Johannes Rettob bersama Wakil Bupati Emanuel Kemong dalam sebuah acara syukuran pada Rabu (25/3/2026) di Eme Neme Yauware.

Penurunan Kemiskinan dan Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

Dalam pemaparannya, Johannes Rettob mengungkapkan sejumlah capaian penting, salah satunya penurunan angka kemiskinan di Mimika.

“Kami mencatat, angka kemiskinan di Mimika turun dari 14,18 persen pada 2024 menjadi 13,08 persen di tahun 2025,” ungkapnya.

Selain itu, sejumlah indikator makro ekonomi juga menunjukkan tren positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 76,85 pada 2024 menjadi 77,5 pada 2025. Pertumbuhan ekonomi turut melonjak dari 4,80 persen menjadi 6,5 persen.

Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Mimika juga mengalami kenaikan signifikan dari Rp126,87 triliun pada 2024 menjadi Rp160,52 triliun pada 2025, dengan kontribusi terbesar masih berasal dari sektor pertambangan dan penggalian.

PDRB per kapita meningkat dari Rp394 juta menjadi Rp500 juta, sementara tingkat partisipasi kerja naik dari 64,77 persen menjadi 68,29 persen.

Namun demikian, distribusi pendapatan yang diukur melalui rasio gini mengalami peningkatan dari 0,324 menjadi 0,37, yang menunjukkan masih adanya tantangan dalam pemerataan ekonomi.

Intervensi Lintas Sektor dan Program Prioritas

Untuk mempercepat penurunan kemiskinan, Pemkab Mimika melakukan intervensi lintas sektor dengan melibatkan 18 Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Salah satu program konkret yang dijalankan adalah pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga menjalankan sejumlah program prioritas seperti reformasi kelembagaan dan kepegawaian, penerapan sistem manajemen talenta, serta pembenahan pelayanan publik.

Di bidang kesehatan, upaya penurunan angka stunting dilakukan secara terpadu melalui kolaborasi 11 OPD. Intervensi meliputi pemberian makanan tambahan dan vitamin bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita, yang terintegrasi dengan kegiatan posyandu.

Program tersebut juga diperkuat dengan pemantauan pertumbuhan anak di wilayah Mimika Timur Jauh, serta pembangunan infrastruktur dasar seperti jaringan air bersih di Distrik Mimika Barat Jauh.

Pembangunan Perumahan dan Reformasi Birokrasi

Dalam sektor perumahan, sejak 2020 hingga 2024 telah dibangun sebanyak 1.005 unit rumah layak huni yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus dan APBD. Pada 2025, dibangun 207 unit rumah, sementara pada 2026 direncanakan pembangunan 460 unit rumah yang terdiri dari 343 unit dari APBD dan Otsus serta 117 unit dari APBN.

Reformasi birokrasi juga terus dilakukan melalui penataan struktur organisasi dan tata kerja, serta reformasi kepegawaian berbasis sistem merit. Proses mutasi, rotasi, dan promosi jabatan dilakukan melalui seleksi terbuka, job fit, serta evaluasi kinerja sesuai norma dan standar yang berlaku.

Selain itu, Pemkab Mimika telah menandatangani komitmen pelaksanaan sistem manajemen talenta, mendirikan Mal Pelayanan Publik baik manual maupun digital, serta mengembangkan Mimika Center sebagai pusat data dan informasi.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan Mimika sebagai kabupaten cerdas (smart city).

Prioritas Pembangunan 2026

Untuk tahun 2026, Pemkab Mimika menetapkan sejumlah prioritas pembangunan, antara lain peningkatan akses dan kualitas pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan, peningkatan layanan kesehatan, serta pembangunan infrastruktur.

Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembentukan pusat-pusat ekonomi baru guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan pendekatan pembangunan dari kampung ke kota.

Dengan berbagai capaian dan program yang telah dijalankan, pemerintah daerah berharap dukungan seluruh elemen masyarakat agar pembangunan di Mimika dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang merata.