banner 728x250

Usai Kunjungan Wapres di Yahukimo, Staf Wakil Bupati Tewas Tertembak

Timika, Papuadaily – Situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, kembali memanas. Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas sebagai Staf Pengawal Wakil Bupati Yahukimo menjadi korban penembakan yang terjadi di Distrik Dekai, Selasa (21/04/2026) malam.

Peristiwa itu usai kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Koramil 1715/06 Dekai, yang juga menjadi markas Yonif 5 Marinir dan Taipur/Timsus 303 dalam mendukung pengamanan wilayah Yahukimo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diidentifikasi bernama Yones Yohame (35), beralamat di Komplek Perumahan Eselon III, Distrik Dekai.

Peristiwa naas ini terjadi sekitar pukul 20.20 WIT. Saat itu, korban diketahui sedang berada di depan tempat tinggalnya ketika terdengar satu kali letusan tembakan yang datang dari arah depan.

Mendengar suara tembakan, warga sekitar langsung berlarian menyelamatkan diri. Namun, korban justru tertinggal di lokasi. Sekitar pukul 20.30 WIT, setelah situasi dirasa aman, saksi melakukan pengecekan dan menemukan korban telah tergeletak dengan luka tembak di bagian dada.

Korban segera dievakuasi menggunakan kendaraan pribadi menuju RSUD Dekai dan tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pukul 20.39 WIT. Sayangnya, upaya medis tidak berhasil. Pukul 22.00 WIT, tim medis menyatakan korban meninggal dunia.

Dalam momen duka tersebut, terlihat Istri Wakil Bupati Yahukimo, Ny. Ami Yikwa Yahuli, mendatangi ruang jenazah RSUD Dekai pukul 22.36 WIT. Hingga pukul 23.20 WIT, suasana di sekitar rumah sakit masih dipenuhi keluarga dan masyarakat yang berduka.

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas Ops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol M Yusuf, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Benar telah terjadi penembakan terhadap warga sipil yang bekerja sebagai asisten pribadi atau staf pengawal Wakil Bupati Yahukimo,” ujar Kombes Yusuf.

Dijelaskannya, hingga saat ini pihak keluarga masih dalam suasana duka mendalam dan belum melaporkan adanya tindakan tertentu. Jenazah korban saat ini masih berada di RSUD Dekai dan menunggu proses koordinasi lebih lanjut dengan keluarga serta Pemerintah Daerah.

Terkait motif dan pelaku, peristiwa ini diduga kuat dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Aksi ini diduga sebagai bentuk gangguan keamanan yang dilakukan pasca kegiatan kunjungan pejabat negara di wilayah tersebut.

“Identitas dan motif masih dalam proses pendalaman mendalam oleh aparat penegak hukum. Namun dugaan sementara mengarah pada kelompok yang selama ini kerap melakukan tindakan kekerasan,” tambahnya.

Meski demikian, Kombes Yusuf memastikan bahwa situasi umum di Distrik Dekai saat ini terpantau aman dan kondusif. Pihaknya terus melakukan pengamanan ketat serta penyelidikan untuk mengungkap kasus ini.

Sampai berita ini diturunkan, pihak keluarga menuntut adanya pertanggungjawaban dan perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Yahukimo terkait peristiwa mengerikan ini.