News  

Bupati Yahukimo Upayakan Penerbangan Perintis Dibuka Kembali, TNI Siap Amankan Akses ke Wilayah Terpencil

Timika, Papuadaily – Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, mendorong agar operasional penerbangan perintis di wilayahnya segera dibuka kembali setelah situasi keamanan mulai berangsur kondusif.

Menurutnya, sekitar 90 persen mobilitas masyarakat Yahukimo bergantung pada transportasi udara sehingga terhentinya penerbangan berdampak langsung terhadap berbagai sektor pelayanan.

Hal itu disampaikan Didimus saat menyambut kedatangan Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema di RSUD Dekai, Yahukimo.

Ia mengapresiasi dukungan TNI dalam membantu penanganan sejumlah insiden keamanan, termasuk peristiwa penembakan pilot dan pembakaran pesawat di Balingga.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan, khususnya dalam penanganan peristiwa penembakan pilot dan pembakaran pesawat di Balingga. Kehadiran TNI telah membantu menstabilkan situasi sehingga kondisi keamanan dapat kembali kondusif,” ujar Didimus.

Ia mengatakan pemerintah daerah bersama kepala suku, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta berbagai unsur masyarakat telah menyatakan komitmen bersama untuk mendorong dibukanya kembali jalur penerbangan perintis ke distrik-distrik di Yahukimo.

Menurutnya, terhentinya penerbangan tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga pelayanan keagamaan.

“Ketika penerbangan terhenti, maka aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan hingga pelayanan keagamaan ikut lumpuh,” katanya.

Didimus mengungkapkan, pemerintah daerah akan menggelar pertemuan bersama masyarakat pada Jumat mendatang untuk menyepakati langkah-langkah pembukaan kembali pelayanan penerbangan menuju distrik-distrik terpencil.

Ia menjelaskan, Kabupaten Yahukimo memiliki luas wilayah sekitar 17.200 kilometer persegi yang mencakup 51 distrik dan 517 kampung. Kondisi geografis tersebut menjadikan transportasi udara sebagai kebutuhan utama masyarakat.

“Luas wilayah ini menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjangkau seluruh masyarakat, terutama ketika terjadi peristiwa di daerah-daerah terpencil seperti Balingga maupun Seradala,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat demi menjaga keamanan sekaligus memastikan pelayanan publik dapat kembali berjalan normal.

Sementara itu, dalam konferensi pers di Timika, Kamis (23/7/2026), Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, mengatakan pihaknya mendukung penuh upaya pemerintah daerah membuka kembali akses penerbangan menuju wilayah-wilayah terpencil.

Menurutnya, pembukaan kembali Bandara Perintis Balingga menjadi prioritas setelah penembakan terhadap pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, sekitar tiga pekan lalu menyebabkan akses menuju sejumlah distrik terputus.

“Saat ini pasukan sudah berada di landasan perintis Balingga untuk mendukung pembukaan kembali akses. Kami berupaya membangun kembali kepercayaan diri masyarakat agar dapat beraktivitas dan kehidupan kembali normal,” kata Yudha.

Ia menjelaskan Koops TNI Habema mengerahkan satuan tugas teritorial, satuan tugas tempur, serta satuan tugas bantuan administrasi yang siap mendukung pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pemulihan ekonomi masyarakat.

Yudha juga membantah tuduhan kelompok OPM yang menyebut tiga korban kekerasan merupakan agen TNI. Menurutnya, tuduhan tersebut tidak berdasar.

“Tuduhan bahwa tiga korban tersebut merupakan agen kami tidak benar. Karena itu proses evakuasi langsung dilakukan ke RSUD. Bagi kami, keselamatan dan keamanan masyarakat Papua adalah prioritas utama, baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing. Seluruh pengerahan pasukan dilakukan untuk mendukung terwujudnya Papua yang damai,” tegasnya.