Motor Warga Hilang di Siang Bolong, Keamanan Pasar Sentral Timika Dipertanyakan

Sepeda motor milik warga yang hilang di Pasar Sentral Timika

Timika, PapuaDaily – Keamanan di kawasan Pasar Sentral Timika kembali dipertanyakan setelah sepeda motor milik seorang warga, Welny, hilang saat diparkir di depan toko pada Minggu (9/8/2026) siang.

Sepeda motor tersebut diduga dicuri saat diparkir sekitar 50 meter dari pintu masuk pasar, tepatnya di depan toko pakaian BTS. Pencurian diduga terjadi ketika aktivitas pasar masih berlangsung.

Welny mengatakan, sepeda motornya diparkir sekitar pukul 11.00 WIT. Setelah memarkir kendaraan, ia kemudian membuka toko dan melayani sejumlah pelanggan seperti biasa.

Setelah pelanggan pertama pergi, Welny sempat keluar dari toko dan masih melihat sepeda motornya berada di tempat semula.

“Saya ke depan toko itu, waktu toko penjahit di sebelah tutup, tapi motor masih ada,” ungkap Welny.

Sekitar pukul 14.00 WIT, Welny kembali melayani pelanggan. Setelah pelanggan tersebut pergi, ia tidak lagi keluar dari toko.

Barulah sekitar pukul 15.00 WIT, ketika kembali ke teras toko, Welny mendapati sepeda motornya sudah tidak berada di tempat.

Ia kemudian menanyakan keberadaan kendaraan tersebut kepada pemilik toko di sebelah dan penjaga toilet umum yang berada tidak jauh dari lokasi. Namun, keduanya mengaku tidak mengetahui kapan dan bagaimana sepeda motor itu dibawa pergi.

Welny kemudian berusaha mencari kendaraannya dengan menyusuri sejumlah lorong di kawasan pasar hingga ke area terminal. Namun, pencarian tersebut tidak membuahkan hasil.

Pos Keamanan Dipertanyakan

Kejadian tersebut semakin menyoroti sistem keamanan di Pasar Sentral Timika. Sebab, sepeda motor diduga hilang pada siang hari ketika aktivitas pedagang dan masyarakat masih ramai.

Welny mengaku sempat mendatangi pos polisi yang berada di kawasan pasar untuk meminta bantuan. Namun, menurut pengakuannya, tidak ada petugas di pos tersebut.

Ia juga menyebut petugas security yang seharusnya berjaga di kawasan pasar tidak berada di tempat ketika dirinya membutuhkan bantuan.

Dalam kondisi panik, Welny kemudian mendatangi Polsek Mimika Baru untuk melaporkan kehilangan kendaraannya. Namun, menurut pengakuannya, petugas jaga menyampaikan bahwa laporan polisi (LP) baru dapat dibuat setelah 24 jam sejak kejadian.

Tidak mendapatkan kepastian, Welny kemudian mendatangi Pos Pelayanan Polres Mimika di Jalan Cenderawasih dengan harapan dapat membuat laporan. Namun, ia mengaku kembali mendapatkan jawaban serupa.

Welny akhirnya pulang dengan rasa kecewa dan memilih melakukan pencarian secara mandiri.

Ia mendatangi sejumlah bengkel untuk memberikan informasi mengenai ciri-ciri serta detail sepeda motor yang hilang. Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi apabila kendaraan tersebut dibawa ke bengkel.

Pedagang Minta Keamanan Dievaluasi

Kasus kehilangan tersebut juga kembali memunculkan keluhan pedagang mengenai keamanan di kawasan Pasar Sentral Timika.

Berdasarkan penelusuran di lapangan, kehilangan barang di kawasan pasar disebut bukan kali pertama terjadi. Sejumlah pedagang mengaku pernah kehilangan barang dagangan maupun barang pribadi.

Padahal, Pasar Sentral Timika merupakan salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang setiap hari dipadati pedagang dan pembeli.

Keberadaan petugas keamanan dinilai penting bukan hanya untuk mencegah aksi pencurian, tetapi juga memastikan pedagang dan pengunjung merasa aman selama beraktivitas.

Pengelolaan keamanan pasar selama ini berkaitan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika. Sejumlah petugas security juga ditempatkan untuk membantu menjaga keamanan kawasan pasar.

Namun, ketika kasus pencurian terjadi, keberadaan serta efektivitas pengawasan petugas kembali dipertanyakan.

Tidak ditemukannya petugas di pos keamanan saat korban membutuhkan bantuan dinilai menunjukkan masih adanya celah dalam sistem pengawasan di kawasan tersebut.

Pedagang berharap Disperindag Kabupaten Mimika segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan Pasar Sentral Timika.

Pengawasan dinilai tidak cukup hanya dengan menempatkan petugas security, tetapi juga memastikan petugas berada di titik tugas selama jam operasional serta melakukan patroli secara berkala.

Para pedagang juga berharap setiap keluhan mengenai kehilangan tidak berhenti sebatas laporan, tetapi ditindaklanjuti dengan langkah konkret untuk memperkuat keamanan pasar.

Hilangnya sepeda motor milik Welny pada siang hari menjadi pengingat bahwa keamanan Pasar Sentral Timika masih membutuhkan perhatian serius, agar kejadian serupa tidak kembali menimpa pedagang maupun pengunjung lainnya.

Penulis: CrystalEditor: Sevianto