Sempat Dirawat, Pria Bersimbah Darah di Jalan Freeport Lama Meninggal

Timika, Papuadaily – Korban penganiayaan di Jalan Freeport Lama, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berinisial EH meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan intensif di RSUD Mimika, Selasa (1/9/2026) petang.

Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak membenarkan EH meninggal dunia di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Mimika sekitar pukul 17.30 WIT.

banner 325x300

“Iya betul, EH meninggal di IGD RSUD pada jam 17.30 WIT,” ujar Alfredo.

Sebelumnya, EH mengalami luka bacok pada bagian kepala, punggung dan kaki setelah diserang oleh sekelompok orang di Jalan Freeport Lama, arah Bandara Mozes Kilangin menuju Kwamki Narama.

Dalam perkembangan kasus tersebut, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif penganiayaan. Polisi juga belum dapat memastikan apakah kejadian tersebut berkaitan dengan perang suku yang sedang berlangsung di Distrik Kwamki Narama.

Alfredo mengatakan, berdasarkan keterangan korban YW, EH bersama dirinya baru keluar dari Kwamki Narama dan hendak kembali ke tempat kos.

“Terkait perang di Kwamki Narama masih didalami, namun pihak keluarga yang menjadi korban saya harap tidak melakukan tindakan sendiri berdasarkan asumsi pribadi,” ujar Alfredo.

Ia meminta keluarga korban menahan diri dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus kepada pihak kepolisian.

“Saya selaku Kapolres ikut berbela sungkawa, namun saya minta kepada pihak keluarga yang menjadi korban untuk tidak melakukan tindakan sendiri berdasarkan asumsi pribadi,” tuturnya.

Kronologi Penganiayaan

Sebelumnya, Polres Mimika mengungkap kronologi penganiayaan berat yang dialami EH di Jalan Freeport Lama, Selasa siang.

Kapolsek Kwamki Narama Iptu Yusak Sawaki menjelaskan, saat kejadian EH tengah membonceng adiknya dari arah Kwamki Narama menuju Kota Timika.

Setelah melewati kawasan CP 28, sepeda motor yang ditumpangi korban diduga diikuti sebuah mobil berwarna hitam dari arah belakang.

Saat tiba di lokasi kejadian, mobil tersebut kemudian menyenggol sepeda motor korban dari sisi kanan belakang.

Pelaku selanjutnya keluar dari kendaraan dan menyerang EH serta adiknya menggunakan senjata tajam. Akibat serangan tersebut, EH mengalami luka bacok di sejumlah bagian tubuh, sementara adiknya mengalami luka pada tangan kanan.

EH kemudian dilarikan ke RSUD Mimika untuk mendapatkan perawatan. Namun, setelah menjalani perawatan intensif, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Selasa petang.

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku, motif penyerangan serta memastikan ada atau tidaknya kaitan kejadian tersebut dengan konflik yang terjadi di Kwamki Narama.