News  

Alun-Alun Timika Dirancang Jadi Ruang Publik Multifungsi, Dilengkapi Museum dan Tugu Harmoni

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Dok/Papuadaily)

Timika, Papuadaily – Pemerintah Kabupaten Mimika menyiapkan pembangunan alun-alun Kota Timika sebagai ruang publik yang dapat menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus ikon baru daerah.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, keberadaan alun-alun dibutuhkan karena Kota Timika hingga kini belum memiliki ruang publik yang dapat menjadi titik berkumpul masyarakat untuk berbagai kegiatan.

banner 325x300

“Alun-alun ini sebenarnya diperuntukkan untuk semua kegiatan masyarakat bisa berkumpul di satu titik,” kata Johannes Rettob di Timika, Selasa (1/9/2026).

Menurutnya, konsep alun-alun tersebut tidak hanya difungsikan sebagai ruang terbuka, tetapi dirancang untuk mengakomodasi berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kuliner, olahraga, musik hingga kegiatan keagamaan.

“Orang bisa berkuliner di sana, orang bisa berolahraga di sana, orang bisa bermain musik di sana, orang bisa sembahyang di sana. Itu semua targetnya kita di sana,” ujarnya.

Dalam kawasan tersebut, Pemkab Mimika juga merancang pembangunan Tugu Harmoni sebagai ikon yang menggambarkan semangat kebersamaan dan harmoni di Timika.

Rettob mengatakan pembangunan kawasan itu akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal akan difokuskan pada pembentukan kawasan, jalan, titik-titik aktivitas masyarakat serta lapangan yang dapat langsung dimanfaatkan warga.

“Bangunnya pelan-pelan. Tahap pertama pasti jalan bentuknya, titik-titik untuk tempat, terus mungkin dibuat dulu. Lapangan gampang, sesuai orang sudah bisa pakai,” jelasnya.

Selain menjadi ruang publik, kawasan tersebut juga dirancang memiliki ruang yang dapat digunakan sebagai museum untuk memperkenalkan sejarah Timika kepada masyarakat.

Rettob menyebut ruangan tersebut nantinya dapat dikembangkan dengan konsep museum manual maupun diorama berbasis digital.

“Di bawah tugu itu ada satu ruangan. Kita bisa masuk dan kita lihat sejarahnya. Di situ museum sebenarnya, kita buat museum di situ,” katanya.

Ia menargetkan seluruh perencanaan pembangunan alun-alun dapat diselesaikan tahun ini sehingga proses konstruksi dapat mulai dilaksanakan pada tahun depan.

Menurut Rettob, pembangunan alun-alun merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang Pemkab Mimika dalam menata kawasan kota, sekaligus menyediakan ruang publik yang dapat digunakan seluruh lapisan masyarakat.

“Tahun ini kami lakukan semua perencanaan. Tahun depan kita action,” tegasnya.