Timika, Papuadaily – Bupati Mimika, Johannes Rettob, meresmikan Masjid Miftahul Huda milik Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jalan Hasanuddin, Gang Ketapang Nomor 9, Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (23/8/2026).
Peresmian sarana ibadah tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Rettob bersama Ketua TP PKK Kabupaten Mimika, Suzy Rettob, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta jajaran pengurus DKM Miftahul Huda.
Ketua Panitia Pembangunan, La Ode Moh. Norris, mengungkapkan bahwa berdirinya masjid ini merupakan hasil gotong royong berbagai pihak, mulai dari pewakaf tanah, donatur swasta, aparat TNI-Polri, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), hingga dukungan material paving block dari PT Freeport Indonesia.
“Kami berharap Masjid Miftahul Huda menjadi masjid yang hidup, makmur, nyaman, serta selalu dipenuhi aktivitas ibadah, pengajian, pembelajaran Al-Qur’an, pembinaan generasi muda, dan kegiatan sosial yang membawa manfaat bagi masyarakat,” La Ode.
“Masjid ini berdiri karena kebersamaan, kepedulian, dan doa banyak orang. Semoga seluruh bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir,” imbuhnya.
Perwakilan keluarga pewakaf tanah, Haji Ahmad Yani, menceritakan bahwa pembangunan masjid ini merupakan perwujudan niat almarhum orang tuanya sejak puluhan tahun lalu yang merindukan hadirnya sarana ibadah di lingkungan tersebut.
“Harapan keluarga, masjid ini menjadi tempat meningkatkan ilmu agama, mempererat persaudaraan, serta memperkuat kerukunan masyarakat,” kata Ahmad.
Dalam sambutannya, Bupati Mimika Johannes Rettob menyampaikan apresiasi atas kegigihan DKM Miftahul Huda dan warga LDII yang berhasil menyelesaikan pembangunan rumah ibadah yang representatif meski sempat mengalami penundaan jadwal peresmian.
“Masjid ini bukan hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga pusat pendidikan Al-Qur’an, pembinaan generasi muda, kegiatan sosial, serta tempat memperkuat keimanan dan kebersamaan masyarakat,” kata Rettob.
Ia menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika berkomitmen penuh mendukung pemeliharaan dan toleransi antar-rumah ibadah secara setara tanpa membeda-bedakan latar belakang keagamaan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi seluruh komponen masyarakat agar Mimika terus berkembang menjadi daerah yang damai, maju, dan harmonis. Mari jadikan masjid ini sebagai pusat lahirnya generasi berakhlakul karimah yang memberi manfaat bagi daerah,” tutupnya.






