Timika, Papuadaily – Di tengah duka setelah kehilangan suaminya, Sinta Bilolo harus menempuh perjalanan panjang dari Distrik Mbua menuju Wamena. Namun, akses darat Mbua–Wamena yang belum memungkinkan membuat perjalanan itu harus dilakukan melalui jalur udara.
Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto memerintahkan bantuan evakuasi udara untuk Sinta, istri almarhum Aris Sanda, bersama dua pendampingnya, Haryati dan Murni, pada Kamis (17/9/2026).
Dari Mbua, ketiganya diterbangkan menggunakan Helikopter Bell dan Helikopter Fennec menuju Kenyam. Setibanya di Kenyam, perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Wamena menggunakan pesawat Caravan.
Seluruh rangkaian evakuasi berlangsung aman dan lancar.
Brigjen TNI Riyanto mengatakan, bantuan evakuasi tersebut diberikan atas pertimbangan kemanusiaan dan keselamatan Sinta yang tengah berada dalam suasana duka.
“Ibu Sinta sedang dalam suasana duka dan membutuhkan perjalanan yang aman. Ketika akses darat belum memungkinkan, saya perintahkan jajaran memberikan bantuan evakuasi udara agar beliau bersama pendamping dapat sampai ke Wamena dengan selamat,” ujar Riyanto.
Menurutnya, kondisi geografis dan keterbatasan akses transportasi tidak boleh menjadi penghalang ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
“Dalam keadaan seperti ini, keselamatan dan kemanusiaan harus menjadi prioritas,” katanya.
Riyanto menegaskan, Koops TNI Habema akan terus berupaya memberikan bantuan ketika masyarakat menghadapi kondisi yang membutuhkan dukungan, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses transportasi.
Ia mengatakan, kehadiran negara harus dapat dirasakan masyarakat, khususnya ketika mereka berada dalam situasi sulit dan membutuhkan bantuan untuk mendapatkan perjalanan yang aman.
“Yang terpenting adalah memastikan mereka dapat sampai dengan selamat dan tidak menghadapi masa-masa sulit seorang diri,” pungkasnya.






