News  

ASN di Ilaga Ditikam, Pisau 47 cm Masih Tertancap di Leher, Dievakuasi ke Timika

banner 468x60

Timika, Papuadaily — Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) bernama Muchsin Muchtar menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal di Kompleks Pasar Kago, Kampung Kago, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, pada Minggu (1/11/2026) sore.

Korban berada dalam kondisi kritis dan langsung dilarikan ke RSUD Ilaga untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.02 WIT. Korban sedang duduk di atas sepeda motor di depan rumahnya ketika pelaku yang datang dari arah belakang tiba-tiba menusukkan senjata tajam ke bagian leher kanan korban.

Usai melakukan penyerangan, pelaku langsung melarikan diri. Korban tidak sempat mengenali wajah maupun identitas pelaku karena aksi tersebut berlangsung secara mendadak.

Diketahui, pisau yang digunakan berukuran sekitar 47 sentimeter dan masih tertancap di leher korban saat dibawa ke rumah sakit.

Kapolres Puncak, AKBP Domingos De F. Ximenes, membenarkan peristiwa tersebut.

“Anggota langsung bergerak merespons ke TKP, meminta keterangan para saksi, serta mengumpulkan barang bukti untuk mengusut kasus ini,” ujarnya.

Terkait dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB), Domingos menyatakan pihaknya masih melakukan pendalaman. “Untuk pelaku apakah berkaitan dengan KKB atau tidak, kita masih dalami. Kita akan sampaikan kemudian,” tambahnya.

Pada Senin (2/11/2026), korban diterbangkan menggunakan pesawat Alda Air jenis C208B-EX dengan registrasi PK-DLH dari Bandara Aminggaru, Ilaga, menuju Bandara Mozes Kilangin Timika. Korban tiba sekitar pukul 07.37 WIT, dengan pisau masih tertancap di lehernya.

Kapolsek Kawasan Bandara Mozes Kilangin Timika, Ipda Yusran Jaya Milu, bersama personel Polsek Bandara dan personel gabungan langsung mengamankan proses evakuasi di apron bandara.

Empat tenaga medis RSUD Mimika bersiaga memberikan penanganan awal sebelum korban dipindahkan ke ambulans menuju RSUD Mimika dengan pengawalan kendaraan patroli. Seluruh rangkaian evakuasi berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut meliputi olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, serta pencarian pelaku. Identitas pelaku maupun motif penyerangan belum terungkap dan masih dalam pendalaman pihak kepolisian.