Timika, Papuadaily – Sebuah produk baru lahir dari keresahan sederhana sekaligus melihat peluang di tengah masyarakat. Dari bahan yang selama ini mudah ditemukan, seorang anak muda di Mimika mencoba menghadirkan produk yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki manfaat bagi masyarakat.
Produk tersebut bernama Bell and Shine, pengusir nyamuk alami yang untuk pertama kalinya diperkenalkan kepada masyarakat dalam Festival dan Bazar UMKM Kabupaten Mimika, Rabu (7/10/2026).
Pemilik Bell and Shine, Simon Haluk, mengatakan festival tersebut menjadi momentum perdana bagi dirinya untuk memperkenalkan sekaligus meluncurkan produknya.
“Ini produk perdana kami dan pertama kalinya juga kami mengikuti kegiatan seperti ini sekaligus launching produk,” ujar Simon.
Bagi Simon, kegiatan UMKM bukan sekadar tempat untuk menjual produk. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak muda untuk menunjukkan kreativitas dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Ia pun mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Mimika, khususnya Dinas Koperasi dan UMKM, yang telah memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
“Anak muda seperti kami sebenarnya hanya membutuhkan wadah untuk menyalurkan bakat dan potensi,” katanya.
Bell and Shine sendiri hadir dengan dua varian, yakni citronella dan lavender. Khusus varian citronella, Simon memanfaatkan serai sebagai salah satu bahan utama.
Ide tersebut berawal dari pengamatannya terhadap kehidupan masyarakat Papua, terutama mama-mama Papua yang memiliki hasil tanaman serai, namun masih menghadapi keterbatasan pasar.
Dari situ, Simon melihat peluang untuk mengolah bahan lokal tersebut menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
“Saya terinspirasi dari mama-mama Papua yang minim sekali pasar untuk serai. Jadi saya berpikir, bagaimana bahan yang ada di masyarakat ini bisa dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.
Selain persoalan pasar serai, pengalaman Mimika yang pernah mengalami keterbatasan obat malaria juga menjadi salah satu alasan Simon mengembangkan produk pengusir nyamuk alami tersebut.
Ia menegaskan, Bell and Shine tidak dibuat secara instan. Produk tersebut melalui sejumlah tahapan kajian dan pengembangan sebelum akhirnya diperkenalkan kepada masyarakat.
Bagi Simon, kehadiran Bell and Shine bukan hanya tentang menciptakan produk baru. Lebih jauh, ia ingin menunjukkan bahwa bahan yang ada di sekitar masyarakat dapat diolah menjadi peluang usaha, terutama bagi generasi muda.
Ia berharap Bell and Shine dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat, baik bagi konsumen maupun masyarakat yang menjadi bagian dari rantai produksinya.
“Semoga ke depan produk ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.








