Mimika  

Datang ke Festival UMKM Mimika, Warga Australia: Papua Perlu Lebih Dikenal

banner 468x60

Timika, Papuadaily – Warga Australia, Saul Stones, mengaku terkesan dengan Festival dan Bazar UMKM Kabupaten Mimika yang digelar dalam rangkaian HUT ke-30 Kabupaten Mimika, bertepat di Eme Neme Yauware, Selasa (6/10/2026).

Saul menilai kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan UMKM tersebut tertata dengan baik. Ia juga tertarik dengan dekorasi, perpaduan warna, serta keberagaman budaya yang ditampilkan.

banner 325x300

“Suasana acara ini sangat menarik, terutama dari sisi dekorasi, warna, serta keberagaman budaya yang ditampilkan, saya juga sempat membeli beberaoa produk dari bazar ini, ” kata Saul.

Menurut Saul, kegiatan seperti festival dan bazar UMKM dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan Mimika dan Papua kepada masyarakat internasional. Namun, ia menilai promosi ke luar negeri, khususnya Australia, masih perlu ditingkatkan. Ia mengaku baru mengetahui adanya kegiatan tersebut setelah tiba di Mimika.

“Saya bahkan tidak tahu acara ini ada sampai saya tiba di sini. Akan lebih baik jika pesannya bisa disampaikan ke luar sana, termasuk kepada orang-orang dari Australia,” ujarnya.

Saul mengatakan, selama ini sebagian masyarakat Australia lebih banyak mengenal Bali ketika berbicara tentang Indonesia. Sementara itu, Papua masih belum banyak diketahui.

“Saya ingin melihat lebih banyak orang Australia di sini. Ketika orang Australia memikirkan Indonesia, yang mereka pikirkan kebanyakan hanya Bali,” katanya.

Saul mengaku sudah sekitar 10 kali mengunjungi Mimika dalam beberapa tahun terakhir. Ia datang ke Papua karena istrinya merupakan warga Papua yang lahir di Jayapura.
Selama berada di Mimika, ia juga mengikuti sejumlah kegiatan masyarakat, termasuk kompetisi pembacaan Al-Qur’an sekitar dua bulan lalu.

Ia mengatakan saat ini dirinya bahkan menghabiskan lebih banyak waktu di Papua dibandingkan Australia. Selama berada di Papua, ia berusaha mengenal kehidupan dan budaya masyarakat setempat.

Menurut Saul, kendala bahasa masih menjadi salah satu tantangan dalam berinteraksi dengan masyarakat. Ia pun mengaku sedang berusaha mempelajari bahasa Indonesia.

Selain itu, Saul menyoroti masih minimnya pengetahuan masyarakat Australia mengenai Papua. Ia mengatakan, ketika menyampaikan kepada orang-orang di Australia bahwa dirinya akan pergi ke Papua, sebagian justru mengira dirinya akan pergi ke Papua Nugini.

“Tidak banyak yang diketahui tentang Papua di Australia. Ketika saya mengatakan akan pergi ke Papua, mereka berpikir saya akan pergi ke Papua Nugini,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan TIFA Creative, Dina, mengapresiasi kehadiran warga Australia dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kedatangan wisatawan asing menjadi peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk dan kerajinan khas Papua.

“Kami berharap semakin banyak orang asing datang untuk melihat dan membeli kerajinan mama-mama Papua di Kabupaten Mimika,” kata Dina.

Ia berharap UMKM Mimika tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar internasional. Menurutnya, kegiatan seperti festival dan bazar dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan produk, budaya, sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pihak dari luar negeri.

“Kami berharap UMKM di Mimika bisa go international, sehingga produk dan budaya Papua semakin dikenal dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” ujarnya.