News  

Dialog dengan Pansus Papua DPD RI, Bupati Mimika: Momen Penting bagi Masyarakat

Pansus Papua DPD RI Gelar Dialog Bahas Konflik dan Persoalan Kemanusiaan di Papua

Timika, Papuadaily – Bupati Mimika Johannes Rettob menyebut pertemuan Panitia Khusus (Pansus) Papua DPD RI bersama sejumlah pemangku kepentingan menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di Papua.

banner 325x300

Hal tersebut disampaikan Johannes Rettob dalam rapat dengar pendapat (RDP) dan dialog Pansus Papua DPD RI bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, serta sejumlah pemangku kepentingan di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Kamis (17/9/2026).

Ia mengatakan, pertemuan tersebut menjadi bagian dari proses untuk mencari jalan penyelesaian terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Papua, termasuk konflik horizontal.

“Ini merupakan hari yang ditunggu-tunggu masyarakat untuk menyampaikan masalah-masalah yang ada. Pertemuan ini menjadi bagian dari dengar pendapat antara tokoh agama dan berbagai pihak terkait peristiwa-peristiwa yang terjadi di Papua,” katanya.

Menurutnya, berbagai aspirasi yang disampaikan dalam pertemuan tersebut perlu menjadi bagian dari proses penyelesaian persoalan di Papua.

“Ini adalah bagian dari proses untuk dapat menyelesaikan masalah yang terjadi. Tadi kita semua sudah mendengar bahwa konflik ini terjadi karena konflik horizontal,” ujarnya.

Ia berharap dialog tersebut dapat menghasilkan langkah-langkah yang dapat mendorong penyelesaian konflik serta persoalan kemanusiaan di Papua.

Sementara itu, Pansus Papua DPD RI menggelar RDP dan dialog bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, serta sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas agenda penanganan konflik internal Papua dan persoalan kemanusiaan di Papua Tengah serta wilayah sekitarnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir pimpinan Pansus Papua DPD RI, Dr. Filep Wamafma selaku Wakil Ketua I Pansus dan Gral Taliawo selaku Wakil Ketua III, bersama anggota Pansus Eka Kristina Yeimo, Abdullah Manaray, Yance Samonsabra, Arianto Kogoya, Frits Tobo Wakasu, Hartono, Agustinus R. Kambuaya, dan Pdt. Mamberop Rumakiek.

Rapat juga dihadiri Bupati Mimika Johannes Rettob, jajaran Pemerintah Kabupaten Mimika, termasuk asisten, staf ahli dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DPRK Mimika, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mimika, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam dialog tersebut, Pansus Papua DPD RI turut mendengarkan pandangan Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, tokoh agama, aktivis HAM Papua, tokoh pemuda Papua Tengah, serta perwakilan Komnas HAM Papua Tengah.

Berbagai masukan dan aspirasi tersebut menjadi bahan bagi Pansus Papua DPD RI dalam melihat kondisi konflik serta persoalan kemanusiaan yang terjadi di Papua Tengah dan wilayah sekitarnya.