Timika, Papuadaily – Pemerintah Provinsi Papua Tengah meluncurkan Program BANGKIT Papua Tengah (Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh) sebagai kado bagi masyarakat pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Tengah, Rabu (22/7/2026).
Peluncuran program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan sosial, meningkatkan kesehatan, dan memenuhi kebutuhan gizi keluarga Orang Asli Papua (OAP), khususnya balita.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah mengikuti rangkaian kegiatan HUT ke-4 Papua Tengah sejak 19 Juli hingga malam puncak perayaan.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Dewan Kesenian Papua Tengah (DKPT), panitia pelaksana, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran TNI dan Polri yang telah mendukung dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Menurutnya, peringatan HUT ke-4 Papua Tengah merupakan momentum untuk mensyukuri perjalanan pembentukan dan penyelenggaraan pemerintahan sekaligus melakukan evaluasi terhadap berbagai program pembangunan yang telah dijalankan.
“Di usia yang masih muda, kita telah memulai berbagai program untuk meningkatkan pelayanan pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, ekonomi masyarakat, konektivitas, dan pembangunan infrastruktur. Namun, kita juga menyadari masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan,” ujarnya.
Ia mengatakan masih terdapat masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan dan kesehatan, dukungan ekonomi, pelayanan pemerintahan, hingga infrastruktur dasar.
Karena itu, usia empat tahun Papua Tengah harus menjadi momentum untuk memperbaiki kekurangan dan memperkuat komitmen dalam melayani masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Tengah meluncurkan Program BANGKIT Papua Tengah yang berfokus pada perlindungan sosial, peningkatan kesehatan, serta pemenuhan gizi keluarga Orang Asli Papua.
Tahap awal program diwujudkan melalui Child Support Grant berupa bantuan tunai sebesar Rp350 ribu per bulan bagi setiap balita Orang Asli Papua.
Bantuan tersebut disalurkan langsung kepada ibu atau wali perempuan melalui bank maupun payment point.
Dana bantuan itu diperuntukkan bagi pembelian pangan bergizi, makanan pendamping ASI (MPASI), vitamin, serta mendukung biaya pendidikan anak usia dini (PAUD).
Pada tahap pertama, program akan menjangkau 1.000 balita Orang Asli Papua di masing-masing Kabupaten Intan Jaya, Puncak Jaya, Paniai, dan Dogiyai. Selanjutnya, program akan diperluas ke Kabupaten Puncak, Deiyai, Mimika, dan Nabire.
Ia berharap Program BANGKIT tidak hanya meningkatkan kesehatan dan status gizi balita, tetapi juga memperkuat ekonomi keluarga, mendorong pemanfaatan pangan lokal, meningkatkan daya beli masyarakat, serta memperluas akses layanan keuangan di Papua Tengah.







