Timika, Papuadaily – Indonesia Fire and Rescue Championship (IFRC) 2026 resmi dibuka di Gedung Basket Mimika Sport Complex (MSC), Kabupaten Mimika, pada Sabtu (24/10/2026). Sebanyak 17 tim fire and rescue dari berbagai sektor pertambangan mengikuti ajang ini untuk menguji kemampuan, berbagi pengalaman, dan memperkuat sinergi dalam penanganan situasi darurat.
Pembukaan dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, jajaran manajemen PT Freeport Indonesia, perwakilan Kementerian ESDM, sejumlah kepala daerah se-Papua Tengah, serta unsur Forkopimda Kabupaten Mimika.
Ketua Panitia IFRC 2026, Periyadi, menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar soal kemenangan, melainkan upaya membangun kesiapsiagaan melalui latihan yang konsisten.
“Kesiapsiagaan tidak cukup dibangun saat keadaan darurat terjadi. Kompetisi ini adalah wadah untuk kita saling berbagi pengalaman dan memperkuat koordinasi, karena keberhasilan penyelamatan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi kerja sama tim,” ujarnya.
Perwakilan Pelaksana 8th IFRC 2026, Didik Triwibowo, menyampaikan semangat kebersamaan sebagai inti penyelenggaraan di Tanah Papua.
“Kita semua berkumpul di sini untuk satu tujuan mulia: melindungi dan menyelamatkan nyawa manusia. Semoga persaudaraan dan profesionalisme kita semakin terjalin erat,” katanya, seraya menyampaikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia selaku tuan rumah dan seluruh peserta.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, dalam sambutannya secara daring, menekankan bahwa penanganan darurat tidak dapat dilakukan sendiri. Kondisi geografis Papua yang kompleks menuntut kolaborasi erat antara perusahaan, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan instansi terkait. Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terkait kondisi cuaca dampak fenomena El Niño.
Sementara itu, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menyambut baik penyelenggaraan ini dan memberikan dukungan penuh.
“Freeport telah menjadi mitra yang memberikan kontribusi besar bagi pembangunan Provinsi Papua Tengah. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi tim penyelamat, tetapi juga menjadi edukasi berharga bagi masyarakat dan anak-anak sekolah kita tentang pentingnya keselamatan,” ucapnya.
Diharapkan melalui IFRC 2026, kemampuan tim penyelamat semakin terasah, koordinasi lintas instansi semakin kokoh, dan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat semakin meningkat — baik di lingkungan pertambangan maupun di tengah masyarakat.







