Kepala BKPSDM: Budayakan Disiplin Kerja dan Jadilah ASN Inovatif di Papua Tengah

NABIRE, Papuadaily – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) resmi menyerahkan Surat Tanda Tamat Pelatihan (STTP) kepada 874 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2024. Penyerahan dokumen tersebut berlangsung di Kantor BKPSDM Papua Tengah, Kompleks Bandara Lama Nabire, Selasa (3/3/2026).

STTP merupakan bukti resmi kelulusan peserta setelah mengikuti Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Aparatur (BPSDA) Provinsi Papua selama 51 hari, mulai 8 September hingga 6 November 2025.

Kepala BKPSDM Papua Tengah, Denci Meri Nawipa, mengatakan STTP tidak hanya menjadi persyaratan administratif dalam perjalanan karier aparatur sipil negara, tetapi juga harus dimaknai sebagai komitmen untuk mengimplementasikan ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan.

“STTP ini jangan dipandang hanya sebagai lembaran dokumen untuk memenuhi syarat menjadi PNS atau kebutuhan kenaikan jabatan di masa mendatang. Semua ilmu yang diperoleh selama Latsar harus diaktualisasikan di tempat kerja. Jadilah ASN yang kreatif dan inovatif di tengah perkembangan era digital,” kata Denci.

Menurutnya, penerbitan STTP menandai keberhasilan peserta menyelesaikan seluruh tahapan Latsar dan dinyatakan lulus. Namun, para CPNS diingatkan untuk tidak cepat berpuas diri karena tantangan birokrasi ke depan menuntut aparatur yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

Denci menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif, sebagai fondasi dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Sebagai CPNS formasi pertama di Provinsi Papua Tengah, kalian harus menjadi agen perubahan di lingkungan kerja masing-masing. Tunjukkan bahwa ASN Papua Tengah mampu menghadirkan pelayanan yang profesional, berintegritas, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Disiplin dan Kejujuran Jadi Kunci Karier ASN

Dalam arahannya, Denci juga mengingatkan bahwa sebagian besar CPNS yang menerima STTP masih berada pada usia produktif dan memiliki perjalanan karier yang panjang sebagai aparatur negara.

Karena itu, ia meminta para ASN muda untuk membangun budaya kerja yang unggul dengan menjadikan disiplin dan kejujuran sebagai prinsip utama dalam menjalankan tugas.

“Kalian masih muda dan memiliki masa depan yang panjang sebagai ASN. Jadilah pembeda di tempat kerja melalui kinerja yang baik. Kuncinya hanya dua, yakni disiplin tinggi dan jujur. Jika dua hal itu diterapkan secara konsisten, saya yakin karier kalian akan berkembang dengan baik,” katanya.

Mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Paniai itu juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley terus mendorong reformasi birokrasi melalui peningkatan disiplin dan profesionalisme aparatur.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Apresiasi untuk Peserta dan Penyelenggara

Pada kesempatan tersebut, Denci menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh CPNS Formasi 2024 yang telah menyelesaikan Latsar dan menerima STTP.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Aparatur Provinsi Papua yang telah mendukung pelaksanaan pelatihan hingga seluruh peserta dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat resmi.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya mengucapkan selamat kepada seluruh CPNS Formasi 2024 yang menerima STTP hari ini. Terima kasih juga kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Aparatur Provinsi Papua atas kerja sama yang baik dalam penyelenggaraan Latsar hingga terbitnya dokumen STTP,” ujarnya.

Penyerahan STTP kepada 874 CPNS ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembentukan aparatur sipil negara di Provinsi Papua Tengah. Pemerintah berharap para ASN baru mampu menjadi motor penggerak perubahan serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional bagi masyarakat di wilayah Papua Tengah.