NABIRE, Papuadaily – Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Dr. Muhammad Taufiq, DEA, meminta seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Tanah Papua menjadikan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) sebagai prioritas utama guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat kesejahteraan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Kompetensi ASN Regional Papua yang digelar di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Senin (9/3/2026). Kegiatan ini diikuti perwakilan pemerintah daerah dari Provinsi Papua, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.
Dalam arahannya, Muhammad Taufiq menyoroti tingginya rasio ASN di wilayah Papua dibandingkan rata-rata nasional. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya menjadi modal besar untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih optimal.
“Di Papua, dari 42 kabupaten dan kota, sebanyak 32 daerah memiliki rasio ASN lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Rasio ASN di Papua sekitar satu orang melayani 10 orang masyarakat. Artinya, secara teori masyarakat Papua seharusnya bisa mendapatkan pelayanan yang lebih baik karena jumlah ASN relatif banyak,” kata Taufiq.
Namun, ia menilai tingginya jumlah ASN belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Salah satu penyebabnya adalah masih adanya kesenjangan kompetensi aparatur, terutama dalam bidang teknis, pelayanan publik, dan kemampuan digital.
“Tidak ada talenta yang muncul begitu saja. Talenta dibentuk melalui pendidikan, pelatihan, dan pengembangan yang terencana. Karena itu, peningkatan kompetensi ASN harus menjadi perhatian serius seluruh pemerintah daerah,” ujarnya.
SDM ASN Jadi Kunci Kemajuan Papua
Taufiq menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.
Menurutnya, berbagai program pembangunan dan dana yang masuk ke Papua tidak akan memberikan dampak maksimal apabila kapasitas aparatur negara masih rendah.
“Anggaran sebesar apa pun masuk ke Papua, tetapi jika kualitas SDM ASN tidak berkembang, maka manfaat pembangunan tidak akan dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” katanya.
Karena itu, ia berharap Rakor Pengembangan Kompetensi ASN Regional Papua dapat menjadi wadah menyamakan persepsi dan menyusun langkah strategis dalam pengembangan kapasitas aparatur di seluruh Tanah Papua.
Forum tersebut diharapkan mampu menghasilkan sinkronisasi program pelatihan antarinstansi, memperkuat implementasi kebijakan pengembangan kompetensi ASN, serta merumuskan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur.
Papua Tengah Jadi Tuan Rumah
Kehadiran Kepala LAN RI di Papua Tengah mendapat sambutan hangat dari pemerintah daerah. Muhammad Taufiq bersama Sekretaris Utama LAN RI, Dr. Andi Taufik, M.Si, tiba di Nabire pada Minggu (8/3/2026) dan disambut jajaran Pemerintah Provinsi Papua Tengah di Bandara Douw Aturure.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Papua Tengah, Denci Meri Nawipa, menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan LAN RI yang dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan kapasitas ASN di wilayah Papua.
“Selamat datang di Papua Tengah. Kami berharap rakor ini menjadi forum strategis untuk membahas pengembangan kompetensi ASN, khususnya di Papua Tengah yang masih menghadapi berbagai keterbatasan sarana dan prasarana,” ujar Denci.
Ia menilai pengembangan kapasitas aparatur menjadi kebutuhan mendesak seiring dengan tantangan pembangunan yang dihadapi provinsi-provinsi baru di Tanah Papua, termasuk Papua Tengah.
Perkuat Sinergi Pengembangan ASN
Rakor Pengembangan Kompetensi ASN Regional Papua diselenggarakan melalui kerja sama antara BKPSDM Provinsi Papua dan BKPSDM Provinsi Papua Tengah. Kegiatan ini mempertemukan para pengelola kepegawaian, pengembangan SDM, serta penyelenggara pelatihan aparatur dari berbagai daerah di Tanah Papua.
Melalui forum tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam merancang sistem pengembangan kompetensi ASN yang lebih efektif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menjawab kebutuhan pelayanan publik di wilayah Papua.
Pemerintah berharap hasil rakor ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan ASN yang profesional, kompeten, dan berintegritas sehingga mampu mendukung percepatan pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di seluruh Tanah Papua.






