Timika, Papuadaily – Otoritas keamanan Indonesia di Papua meluncurkan audit menyeluruh dan pendataan ulang terhadap seluruh lapangan terbang perintis di wilayah pedalaman.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons langsung terhadap krisis keamanan pasca-aksi pembakaran pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA) serta pembunuhan tragis seorang pilot warga negara asing, Nicholas F. Goselin, oleh kelompok bersenjata di Balingama, Kabupaten Yahukimo, pada Kamis, 2 Juli 2026 lalu.
Insiden maut tersebut menyoroti rapuhnya pengawasan di simpul-simpul transportasi udara pedalaman Papua, yang selama ini menjadi urat nadi utama logistik dan mobilisasi warga lokal. Banyak dari landasan pacu darurat ini berada di bawah radar pemantauan intensif, sehingga rentan menjadi sasaran empuk faksi bersenjata.
Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, mengonfirmasi bahwa personel di tingkat sektor kini tengah dikerahkan untuk mengidentifikasi kembali rute-rute penerbangan perintis yang minim penjagaan.
“Masih kita proses nih. Masih kita inventarisir. Masih kita inventarisir dari teman-teman yang ada di sektor, yang di atas, kita pengen tahu gitu loh. Kayak di Yahukimo ini kan ternyata kita enggak tahu nih, enggak pernah tahu nih ada lapangan terbang perintis di Balingama ini kalau enggak ada kejadian. Iya kan? Nah, ini masih kita data ulang. Bandara-bandara kecil mana saja, atau lapangan terbang lah namanya,” jelas KBP Yusuf Sutejo, di Mimika, Rabu (8/7/2026).
Guna menutup celah keamanan ini, Satgas Damai Cartenz mulai menggalang kekuatan bersama Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara, yang memegang otoritas resmi pertahanan pangkalan udara.
Selain penguatan taktis militer, strategi mitigasi ke depan dirancang lebih inklusif dengan melibatkan operator penerbangan sipil, pemerintah daerah, serta pemuka masyarakat adat lokal untuk mempertebal proteksi di sekitar landasan.
Dampak operasional dari serangan di Balingama sejauh ini dirasakan paling berat oleh maskapai AMA, yang menghentikan sementara rute penerbangan demi masa berkabung dan evaluasi keselamatan internal.
Sebaliknya, maskapai perintis lain dilaporkan tetap mengudara guna menjaga pasokan logistik publik tetap berjalan.
Kombes Pol. Yusuf Sutejo menambahkan bahwa setiap wilayah memiliki eskalasi risiko yang berbeda. Lapangan Terbang Balingama sendiri secara historis merupakan jalur kemanusiaan yang krusial, melayani misi keagamaan, pengiriman kebutuhan pokok, logistik gereja, serta akses utama warga menuju Wamena.
Menghadapi situasi yang kian dinamis, kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyaring arus informasi di media sosial, guna menghindari disinformasi dan kampanye propaganda.
Pihak berwenang menegaskan bahwa pengamanan ketat ini murni dilakukan demi menjamin keselamatan warga sipil dan memulihkan stabilitas konektivitas udara di wilayah pedalaman Papua.






