Pemprov Papua Tengah Dorong Pemuda Katolik jadi Mitra Strategis Percepatan Pembangunan Daerah

NABIRE, Papuadaily – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Pemuda Katolik Komisariat Daerah (PK Komda) Papua Tengah sebagai momentum memperkuat peran organisasi kepemudaan dalam pembangunan daerah.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula LPP RRI Nabire, Jumat (24/4/2026), Pemprov Papua Tengah melalui Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Papua Tengah, Albertus Adii, ST, M.Si, mengajak Pemuda Katolik untuk mengambil peran aktif sebagai mitra pemerintah dalam membangun Papua Tengah sebagai Daerah Otonom Baru (DOB).

Albertus mengatakan, pembangunan Papua Tengah tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan berbasis keagamaan.

“Kami mengajak teman-teman Pemuda Katolik Provinsi Papua Tengah untuk tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi menjadi subjek yang aktif ikut serta memajukan daerah,” ujar Albertus.

Menurutnya, potensi generasi muda sangat besar dan perlu diarahkan menjadi kekuatan pembangunan melalui kolaborasi di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial, infrastruktur, hingga penguatan toleransi antarumat beragama.

“Provinsi Papua Tengah sebagai daerah otonom baru tentu membutuhkan kolaborasi dan sinergitas dalam rangka mewujudkan visi-misi gubernur dan wakil gubernur. Kami berharap Pemuda Katolik menjadi tiang punggung untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam semua bidang,” katanya.

Ia menjelaskan, keterlibatan pemuda menjadi semakin penting karena Papua Tengah merupakan provinsi baru yang membutuhkan gagasan inovatif, kreativitas, serta sumber daya manusia muda yang mampu mempercepat pembangunan.

Dukungan terhadap penguatan peran organisasi Pemuda Katolik juga disampaikan Wakil Ketua Bidang Ekonomi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Pemuda Katolik, Arnoldus Douw.

Ia mendorong PK Komda Papua Tengah agar segera menghadirkan program-program konkret yang menyentuh langsung persoalan masyarakat.

“Pemuda Katolik tidak boleh menjadi penonton dalam perubahan zaman. Kami menyarankan Komda segera membentuk Rumah Konsultasi Bantuan Hukum (RKBH) dan Satgas untuk mengadvokasi keluhan umat terkait isu sosial, kekerasan, hingga masalah lahan di Tanah Papua. Kita harus level up untuk melayani lebih cerdas dan lebih kuat,” ujar Arnoldus.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakerda I PK Komda Papua Tengah, Hendrikus Yeimo, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan pemerintah daerah terhadap kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, Rakerda I menjadi momentum penting bagi organisasi untuk menyusun program kerja yang tidak hanya berorientasi pada aspek spiritual, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kehidupan sosial masyarakat.

“Rapat kerja ini bisa berjalan berkat bantuan senior Pemuda Katolik, rekan-rekan NGO, hingga para simpatisan. Kami juga melakukan audiensi dengan pemerintah sebagai tindak lanjut mandat pengurus pusat bahwa Komda harus menjalin kerja sama untuk melakukan hal-hal riil yang bisa dikerjakan oleh pemuda,” katanya.

Hendrikus menegaskan, Pemuda Katolik Papua Tengah siap menjadi bagian dari proses pembangunan daerah dengan menjembatani nilai-nilai agama, kemanusiaan, dan kepedulian sosial.

Menurutnya, organisasi tersebut berkomitmen menjadi agen perubahan yang ikut menjaga kerukunan serta mendukung berbagai program strategis Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Sekretaris PK Komda Papua Tengah, Natan Tebai, menambahkan bahwa keberadaan organisasi Pemuda Katolik di Papua Tengah merupakan langkah awal yang penuh tantangan, khususnya dalam membangun kaderisasi dan kemandirian organisasi.

“Anggap saja Pemuda Katolik di sini adalah bayi yang baru lahir. Kemitraan strategis yang kami bangun saat ini dimaksudkan untuk mewujudkan kemandirian organisasi,” ujarnya.

Ia berharap ke depan para kader Pemuda Katolik memiliki pola pikir kewirausahaan agar organisasi dapat berdiri secara mandiri, sekaligus mampu menyuarakan kepentingan masyarakat, gereja, serta membangun kemitraan yang sehat dengan pemerintah.

Melalui Rakerda I tersebut, Pemuda Katolik Papua Tengah diharapkan mampu melahirkan program-program strategis yang memperkuat peran pemuda dalam pembangunan, sekaligus mendukung terciptanya masyarakat Papua Tengah yang harmonis, religius, dan berdaya saing.