banner 728x250

UMKM Go International, Bupati Mimika: Komoditi Lokal Kekuatan Pertumbuhan Ekonomi

Bupati Mimika Johannes Rettob melepas ekspor perdana UMKM Go International di Bandara Mozes Kilangin Timika, Rabu (13/5/2026). Papuadaily/Crystal

Timika, Papuadaily – Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan UMKM kini menjadi salah satu kekuatan utama pertumbuhan ekonomi daerah itu.

Sepanjang 2025, jumlah pelaku UMKM di Mimika meningkat sekitar 3.000 usaha baru. Pemerintah daerah pun mulai membuka akses pasar internasional bagi produk lokal hingga ke Eropa dan Dubai.

Hal itu disampaikan Johannes Rettob saat launching UMKM Go Internasional, pda Rabu (13/5/2026), di Timika yang dihadiri Bea Cukai, Karantina, operator penerbangan, pelaku usaha, dan sejumlah stakeholder terkait.

Dalam sambutannya, Johannes menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya ekspor perdana UMKM berorientasi ekspor tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan semua pihak sehingga kegiatan launching UMKM Go Internasional ini dapat terlaksana dengan baik. Tanpa dukungan UPT bandara, maskapai penerbangan, serta seluruh stakeholder terkait, tentu kegiatan ekspor perdana ini tidak dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Menurut Johannes Rettob, pertumbuhan UMKM menunjukkan masyarakat Mimika semakin aktif berinovasi dan terlibat dalam pengembangan ekonomi daerah.

“Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi tahun 2025, jumlah pelaku UMKM mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun 2024, yakni bertambah kurang lebih 3.000 pelaku usaha baru. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin aktif berinovasi dan terlibat dalam pengembangan ekonomi daerah,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Mimika terus mendorong produk unggulan lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional melalui kegiatan ekspor langsung.

“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh pelaku UMKM yang terus berinovasi menghasilkan berbagai produk unggulan daerah. Pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder terus mendorong agar produk-produk lokal Mimika mampu menembus pasar nasional hingga internasional melalui kegiatan ekspor langsung,” ujarnya.

Ia mengatakan masih banyak pelaku UMKM memiliki produk berkualitas, namun terkendala pemasaran dan akses pasar. Karena itu, pemerintah terus membuka kerja sama dengan berbagai pihak.

“Harapan kami, UMKM di Mimika harus naik kelas dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Untuk memperluas pasar, Pemkab Mimika telah menandatangani kerja sama dengan International Business Association di Batam. Kerja sama itu membuka peluang perdagangan internasional sekaligus investasi bagi produk lokal Mimika.

Selain itu, pemerintah daerah juga membantu pelaku usaha dalam pengurusan legalitas usaha, sertifikasi halal, BPOM, hingga pemasaran digital agar produk UMKM memiliki daya saing lebih kuat.

“Saat ini berbagai produk UMKM Mimika sudah dipasarkan melalui platform digital seperti Tokopedia, Shopee, dan berbagai marketplace lainnya,” ujarnya.

Tak hanya itu, Pemkab Mimika juga mulai membuka akses pemasaran produk lokal ke Dubai melalui sistem konsinyasi di sejumlah market internasional.

“Harapannya, jika produk-produk tersebut diminati pasar luar negeri, maka investor dan pembeli akan datang langsung ke Mimika untuk bekerja sama,” katanya.

Johannes menyebut Mimika memiliki potensi ekonomi besar dari sektor perikanan, pertanian, perkebunan, hingga kerajinan khas Papua seperti noken dan buah merah. Bahkan beberapa produk UMKM Mimika sudah dipasarkan hingga ke Eropa dan Belanda melalui penjualan online.

Meski demikian, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah menjaga konsistensi produksi akibat keterbatasan bahan baku dan kapasitas produksi.

“Banyak produk UMKM memiliki permintaan tinggi di pasar nasional, tetapi belum mampu memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan karena keterbatasan bahan baku dan kapasitas produksi,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah mendorong OPD terkait agar memperkuat pembinaan terhadap petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha kerajinan guna meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk.

Pemerintah juga mendorong pengembangan budidaya kepiting, udang, tanaman sagu, dan berbagai komoditas potensial lainnya untuk mendukung kebutuhan ekspor dan investasi industri.

“Kami berharap momentum ekspor perdana UMKM berorientasi ekspor ini menjadi langkah nyata menuju pasar internasional. Pemerintah Kabupaten Mimika akan terus berkomitmen memberikan dukungan melalui pembinaan, pelatihan, penguatan kapasitas SDM, akses promosi, serta sinergi bersama seluruh stakeholder,” katanya.

Ia berharap dokumen Surat Keterangan Asal (SKA) nantinya dapat diterbitkan langsung dari Mimika agar produk ekspor asal Mimika tercatat berasal dari daerah tersebut.

“Kami yakin produk-produk unggulan Mimika akan mampu menjadi kekuatan ekonomi baru yang membanggakan Papua dan Indonesia di pasar global,” tutupnya.