banner 728x250
Papua  

Velix Wanggai: Semua Program Pembangunan di Papua Wajib Buka Lapangan Kerja bagi OAP

Velix Wanggai (Papuadaily/Crystal)

Timika, Papuadaily – Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Velix Wanggai, menegaskan bahwa setiap agenda pembangunan di Tanah Papua harus berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP).

Pernyataan ini disampaikan Velix menanggapi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh kelompok pencari kerja di Timika. Ia menilai isu pengangguran di kalangan OAP adalah masalah serius yang menuntut penanganan kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, serta sektor swasta.

“Semua agenda pembangunan, baik itu di sektor ekonomi, sumber daya manusia (SDM), maupun infrastruktur, wajib memberikan ruang kerja bagi anak-anak asli Papua,” tegas Velix dalam wawancara eksklusif dengan Papuadaily, Selasa (13/5/2026).

Velix menyoroti fakta bahwa puluhan ribu lulusan perguruan tinggi negeri maupun swasta di Papua setiap tahunnya belum terserap optimal di dunia kerja. Kondisi ini, menurutnya, tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.

Terima Aspirasi Pencari Kerja

Dalam pertemuan tersebut, Komite Eksekutif Papua menerima langsung aspirasi dari perwakilan Asosiasi Pencaker Lokal Kabupaten Mimika. Para pencari kerja mengeluhkan sulitnya akses pekerjaan, mahalnya biaya administrasi, hingga minimnya transparansi informasi lowongan dari perusahaan-perusahaan besar.

Mereka mendesak adanya kebijakan afirmatif yang terukur, mulai dari pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, hingga kemudahan pengurusan dokumen ketenagakerjaan.

Menanggapi hal itu, Velix juga menekankan pentingnya perusahaan memahami konteks sosial dan kearifan lokal masyarakat Papua. Ia mencontohkan perlunya fleksibilitas bagi pekerja OAP yang harus menghadiri kegiatan adat atau urusan kedukaan keluarga, yang merupakan bagian integral dari kehidupan sosial mereka.

Koordinasi dengan Pemda dan Perusahaan

Velix menegaskan bahwa penyelesaian masalah ketenagakerjaan bukan hanya beban pemerintah daerah, melainkan tanggung jawab negara secara menyeluruh. Karena itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemprov Papua Tengah, Pemkab Mimika, serta pelaku usaha, termasuk PT Freeport Indonesia.

Tujuannya adalah membangun ekosistem ketenagakerjaan yang benar-benar berpihak kepada OAP.

“Kami akan mendorong skema pelatihan tenaga kerja dari hulu ke hilir. Kebutuhan tenaga kerja perusahaan harus disiapkan lebih awal melalui pelatihan dan sertifikasi bagi anak-anak Papua,” jelasnya.

Selain itu, Velix juga mendorong digelarnya bursa kerja terbuka secara rutin di seluruh wilayah Papua. Langkah ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat mengakses informasi lowongan pekerjaan secara transparan dan adil.