Timika, Papuadaily – Kepolisian Resor (Polres) Mimika mengerahkan dua tim khusus (Timsus) untuk mengungkap tiga kasus pembunuhan sadis yang terjadi beruntun dalam beberapa waktu terakhir dan sempat membuat suasana Kota Timika mencekam.
“Untuk sejauh ini Insya Allah sudah ada perkembangan. Kita sudah memeriksa beberapa saksi. Kemudian kita juga sudah mengumpulkan beberapa bukti,” kata Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman, Selasa 9 Desember 2025.
“Sudah ada perkembangan lah ya, sudah ada petunjuk. Insya Allah nanti dalam waktu dekat ya, doakan kita bisa mengungkap kasus ini,” sambungnya.
Tiga kasus pembunuhan ini terjadi dalam rentang waktu berdekatan di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kasus pertama terjadi pada Sabtu, 29 November 2025, di Jalan Mawar sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) SP1, Distrik Wania.
Korban, seorang mahasiswa bernama Yudha Pratama, ditemukan tewas mengenaskan oleh seorang mama-mama saat hendak pergi berkebun. Polisi langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Mimika untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Beberapa hari kemudian, dua kasus pembunuhan lainnya kembali terjadi pada Selasa, 2 Desember 2025, di dua lokasi berbeda.
Korban pertama, Bonisius Gaitian (46), ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan kepala terpisah dari tubuhnya di Jalan Poros SP9–SP7 pada siang hari.
Tidak lama berselang, seorang pria lain ditemukan meninggal di belakang kompleks Keuskupan Timika, tepatnya di jalan tembus Jalan WR Soepratman.
Kapolres menjelaskan bahwa sedikitnya sudah ada dua hingga empat saksi yang diperiksa sebagai bagian dari penyelidikan.
“Ya sedikitnya sudah ada dua atau empat saksi yang sudah kita periksa,” ujar Kapolres.
Menurutnya, para saksi ini diperoleh dari petunjuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
“Ya itu yang kita dapat dari CCTV. Bukti petunjuk itu,” tambahnya.
Meski identitas pelaku belum dapat dipastikan, Kapolres mengungkapkan bahwa penyelidikan telah mengarah pada sejumlah petunjuk kuat.
“Belum, tapi diduga kita sudah ada arah ke sana dan tinggal waktu saja. Sabar! Jadi masing-masing pihak agar menahan diri bersabar. Insyaallah malam waktu dekat, pasti kita akan ungkap. Itu komitmen kami,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa kemungkinan terdapat satu pelaku yang sama dalam dua kasus yang terjadi di SP9 dan SP2.
“Kalau yang satu TKP beda (di SP1). Kalau yang dua TKP (SP9 dan SP2), kemungkinan ya, kemungkinan itu satu pelaku, tapi masih didalami,” pungkas Kapolres.









