Timika, Papuadaily – Lima pemuda Papua yang sebelumnya tergabung dalam kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Joni Botak menyatakan tekad kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Kampung Jampul, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, Sabtu (3/1/2026).
Kelima pemuda tersebut masing-masing Damal Kum alias Oten (19), Iyan Uamang (26), Maikel Uamang (14), Julian Wandagau (18), dan Eten Uamang (24).
Mereka mendatangi Titik Kuat Jampul Satgas Yonif 732/Banau dengan pendampingan langsung Kepala Suku Kampung Jampul, Kum Uamang, sebagai wujud dukungan masyarakat adat terhadap langkah damai tersebut.
Keputusan mereka untuk kembali ke NKRI merupakan buah dari pembinaan teritorial yang dilakukan secara konsisten oleh Satgas Yonif 732/Banau di bawah kendali Koops TNI Habema.
Melalui berbagai program sosial dan kemasyarakatan, seperti ROSITA (Borong Hasil Tani), PASTOOR (Pelayanan Kesehatan Door to Door), Banau Berbagi Jumat, serta kegiatan sosial lainnya, prajurit TNI membangun komunikasi intensif dan kepercayaan dengan masyarakat setempat.
“Kami hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi sahabat dan bagian dari masyarakat. Pendekatan kami berbasis dialog dan pelayanan, agar masyarakat merasakan kehadiran negara,” ujar Dansatgas Yonif 732/Banau, Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi.
Kepercayaan yang terbangun tersebut mendorong tiga pemuda dari Kampung Jampul untuk mengajak dua rekannya yang sebelumnya berada di Timika agar kembali dan bersama-sama memilih jalan damai.
Sebagai tindak lanjut, Satgas Yonif 732/Banau bersama tokoh masyarakat dan pemerintah setempat telah menjadwalkan upacara ikrar kesetiaan kepada NKRI pada Minggu (4/1/2026) di depan Titik Kuat Jampul. Prosesi ini menjadi simbol rekonsiliasi serta awal dari proses reintegrasi sosial bagi kelima pemuda tersebut.
“Pembacaan ikrar bukanlah akhir, melainkan awal dari pendampingan. Kami menjamin keamanan mereka dan mendorong agar mereka memperoleh program pemberdayaan pemerintah untuk membangun kehidupan baru yang bermartabat,” tegas Letkol Chabibi.
Sementara itu, Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto menilai keberhasilan ini sebagai bukti efektivitas operasi teritorial yang mengedepankan pendekatan humanis.
“Capaian ini menunjukkan bahwa dialog, pendekatan persuasif, dan pelayanan tulus kepada masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan stabilitas keamanan berkelanjutan di Papua. TNI hadir tidak hanya untuk menegakkan kedaulatan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi perdamaian,” ujarnya.
Momen “pulang” lima pemuda Papua tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI dengan strategi yang tepat mampu menjadi jembatan perdamaian, sekaligus memenangkan hati dan pikiran masyarakat di Tanah Papua untuk bersatu membangun negeri.









