Timika, Papuadaily – Aksi penganiayaan berat terjadi di kawasan Jalan Freeport Lama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa (1/9/2026) siang. Seorang pelajar berinisial EH (20) mengalami sejumlah luka setelah diserang menggunakan senjata tajam oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.25 WIT. Saat itu, EH bersama rekannya, YW (24), tengah berboncengan sepeda motor dari arah Kwamki Narama menuju Kota Timika.
EH diketahui hendak kembali ke kos, sementara YW dalam perjalanan menuju rumahnya di kawasan Jayanti.
Kapolsek Kwamki Narama, Iptu Yusak Sawaki, mengatakan penyerangan tersebut diawali ketika sepeda motor yang ditumpangi kedua korban diduga ditabrak dari arah belakang oleh sebuah kendaraan roda empat.
“Terjadi dari belakang, langsung tabrakan dan melakukan penyerangan korban,” kata Yusak.
Setelah kendaraan korban ditabrak, para pelaku turun dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Para pelaku kemudian kembali ke kendaraan dan melarikan diri dari lokasi kejadian.
Akibat serangan tersebut, EH mengalami sejumlah luka, di antaranya luka bacok pada pelipis kiri, kaki kiri dan bahu belakang sebelah kiri. Ia juga mengalami luka tusuk pada bagian perut kanan serta luka sayatan pada paha kanan.
Sementara YW mengalami luka lecet pada bagian tangan dan kaki.
Menerima informasi kejadian tersebut, personel kepolisian bersama Tim Inafis Satreskrim Polres Mimika langsung mendatangi lokasi. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Kedua korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan serta penanganan medis. EH dilaporkan masih menjalani perawatan dalam kondisi sadar.
Yusak mengatakan, polisi saat ini masih melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku. Selain keterangan saksi, kepolisian juga telah memperoleh informasi mengenai kendaraan yang digunakan pelaku.
“Kami sekarang berusaha mengejar karena setelah dilakukan (penyerangan), mereka kabur. Tapi kendaraannya, kendaraan itu mobil,” ujarnya.
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh kepolisian, kendaraan yang digunakan para pelaku disebut merupakan Toyota Avanza berwarna hitam tanpa nomor polisi. Ciri kendaraan tersebut kini menjadi salah satu petunjuk yang didalami penyidik dalam upaya mengidentifikasi para pelaku.
Sementara itu, polisi belum dapat memastikan motif penyerangan. Dugaan adanya kaitan dengan konflik antarkelompok masih menjadi bagian dari penyelidikan dan belum dapat disimpulkan.
Polres Mimika mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat juga diminta mempercayakan proses penanganan kasus kepada kepolisian.
Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian, mengidentifikasi para pelaku serta mengungkap motif di balik penyerangan tersebut. Polisi menegaskan akan menindak para pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.







