Timika, Papuadaily – Jenazah Aris Sanda Binmatius, korban pembunuhan oleh kelompok bersenjata Kodap III Ndugama, dipulangkan ke kampung halamannya di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026).
Jenazah Aris tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, sekitar pukul 11.00 WIT menggunakan pesawat kargo Trigana Air dengan nomor registrasi PK-YWS, penerbangan IL-7362.
Sekitar 10 menit setelah pesawat mendarat, jenazah diturunkan dan ditempatkan di Ruang Kargo Outgoing 01 Bandara Sentani.
Selanjutnya, pada pukul 11.30 WIT, jenazah dipindahkan menuju pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 797. Enam menit kemudian, jenazah dimasukkan ke dalam pesawat untuk melanjutkan perjalanan menuju Makassar.
Pesawat Lion Air kemudian lepas landas sekitar pukul 12.04 WIT menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Dari Makassar, jenazah selanjutnya akan diteruskan ke Tana Toraja untuk dimakamkan.
Aris Sanda Binmatius lahir di Tawau pada 9 April 1985. Ia berprofesi sebagai wiraswasta dan berdomisili di Kogome, Kecamatan Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan.
Dalam perjalanan pemulangan jenazah, Aris didampingi istrinya, Sinta Bilolo, anaknya, Tasya Sanda, serta Inar Dattu.
Seluruh rangkaian proses kedatangan hingga keberangkatan jenazah di Bandara Sentani berlangsung tertib, aman, dan lancar. Proses tersebut berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 11.00 hingga 12.04 WIT.
Sebelumnya, pengemudi kendaraan lajuran, Aris Sanda alias Bapak Tasya, tewas dibunuh kelompok bersenjata di sekitar Danau Habema, Distrik Trikora, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026).
Tragisnya, jasad warga asal Toraja, Sulawesi Selatan ini ditemukan dalam kondisi hangus terbakar bersama kendaraannya.
Sebelum jasadnya ditemukan, beredar video korban yang sedang ditawan. Di bawah todongan senjata, korban dipaksa membuat pengakuan untuk Papua merdeka.







