Usai Transfer Uang di Kios, Pria di Yahukimo Diserang dari Belakang

Aparat keamanan memeriksa tempat kejadian perkara. (dok/Satgas Ops Damai Cartenz)
banner 468x60

Timika, Papuadaily – Aparat gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan Polres Yahukimo menyelidiki kasus penikaman terhadap seorang warga sipil berinisial H (35) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan, termasuk dugaan keterkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Penikaman itu terjadi di Jalan Sosial Kali Bonto, Distrik Dekai, Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 18.00 WIT. Korban mengalami luka tikam di bagian punggung kanan dan telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Dekai.

Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi, peristiwa bermula ketika korban mendatangi sebuah kios untuk melakukan transaksi transfer uang. Setelah menyelesaikan transaksi dan hendak meninggalkan lokasi, korban diduga diserang dari arah belakang oleh orang tak dikenal menggunakan senjata tajam.

Meski terluka, korban sempat berteriak meminta pertolongan sambil berlari menuju rumahnya. Warga yang mendengar teriakan tersebut kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit dalam kondisi sadar.

Polisi menduga pelaku berjumlah satu orang. Setelah melakukan penyerangan, pelaku dilaporkan melarikan diri ke arah permukiman Jalur I, Distrik Dekai.

Kasus tersebut telah tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/58/X/2026/SPKT/Polres Yahukimo/Polda Papua.

Polisi Kumpulkan Barang Bukti dan Keterangan Saksi

Wakasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, mengatakan tim gabungan telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, serta mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi.

“Pada 27 Oktober 2026, kami bersama Polres Yahukimo telah menerima laporan dari masyarakat terkait kejadian penikaman tersebut. Personel kemudian melakukan penanganan di lokasi dan mengumpulkan keterangan serta barang bukti untuk membantu mengungkap pelaku dan motif penyerangan,” kata Andria di Mimika, Rabu (28/10/2026).

Selain mengidentifikasi dan mencari pelaku, penyidik mendalami kemungkinan keterkaitan penyerangan tersebut dengan aktivitas KKB Kodap XVI Yahukimo yang disebut berada di bawah pimpinan Kopi Tua Heluka.

Namun, polisi menegaskan dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pembuktian melalui proses penyidikan.

“Kami masih mendalami dugaan keterlibatan kelompok tertentu dalam peristiwa ini. Setiap dugaan harus dibuktikan berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh dalam proses penyidikan. Karena itu, kami meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dan tetap menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” ujar Andria.

Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan penyelidikan harus dilakukan secara profesional dan menyeluruh untuk mengungkap pelaku serta motif penyerangan.

Ia meminta penyidik mengusut perkara tersebut berdasarkan fakta dan alat bukti agar pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai ketentuan hukum.

“Setiap dugaan keterlibatan pihak tertentu harus dibuktikan melalui proses penyidikan. Kami meminta penyidik mendalami perkara ini secara profesional agar seluruh fakta dapat terungkap dan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Faizal.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Ardiansyah Daulay, mengimbau masyarakat Yahukimo menjaga keamanan dan ketertiban serta menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Masyarakat yang mengetahui informasi terkait penyerangan tersebut diminta segera melapor kepada kepolisian. Aparat juga menyatakan akan menjaga kerahasiaan identitas warga yang memberikan informasi relevan untuk membantu pengungkapan kasus.

Hingga Rabu (28/10/2026), penyelidikan masih berlangsung. Polisi belum mengungkap identitas terduga pelaku maupun memastikan motif penikaman tersebut.