Hari Santri 2026 di Mimika Berbeda, PCNU Gelar Mini Soccer Lintas Agama

Timika, Papuadaily – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berlangsung khidmat dan diwarnai kegiatan olahraga yang melibatkan pelajar lintas agama, Kamis (22/10/2026).

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang diisi dengan kegiatan kemah santri, peringatan tahun ini dirangkaikan dengan turnamen mini soccer bertajuk Santri Cup.

Kegiatan tersebut menjadi upaya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Mimika untuk mendorong santri tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kesehatan fisik, semangat berkompetisi, dan kemampuan membangun kebersamaan.

Upacara peringatan dipimpin oleh Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau, yang bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan Bupati Mimika.

Kegiatan itu dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Mimika, pengurus Nahdlatul Ulama (NU), serta pelajar dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP). Resolusi Jihad turut dibacakan oleh Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Tengah, Imam Mawardi Maksum.

Ketua PWNU Papua Tengah, Imam Mawardi Maksum, mengatakan peringatan Hari Santri diharapkan dapat diselenggarakan lebih meriah pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, Hari Santri merupakan bentuk penghargaan pemerintah terhadap kontribusi santri bagi bangsa dan negara.

“Harapan saya, di tahun-tahun berikutnya kita lebih bisa menyemarakkan Hari Santri. Karena Hari Santri ini adalah wujud rasa terima kasih kami sebagai santri. Ini adalah hadiah yang diberikan oleh pemerintah kepada kita, makanya namanya Hari Santri Nasional,” ujarnya saat wawancara di mini soccer jln Sp2 Timika.

Ia menjelaskan, Santri Cup menjadi salah satu inovasi dalam peringatan tahun ini. Melalui turnamen mini soccer, pihaknya ingin memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan di bidang olahraga sekaligus mempererat hubungan antarsesama.

Menurut Imam, peserta kegiatan tidak hanya berasal dari sekolah atau yayasan Islam. Pelajar dari yayasan non-Muslim juga ikut ambil bagian, di antaranya dari Panti Asuhan Kurnia Kasih dan SMP Taruna Christian Amarta.

“Jadi ini bukan hanya Muslim saja, tetapi umum. Teman-teman dari yayasan non-Muslim juga bisa ikut bersama-sama dengan kita,” katanya.

Ia berharap keterlibatan pelajar lintas agama tersebut dapat terus dipertahankan sebagai wujud toleransi dan harmoni di Kabupaten Mimika.

“Timika adalah kota toleransi, Timika adalah kota harmoni. Mudah-mudahan ke depannya kita bisa bersama-sama dengan pemerintah daerah bersinergi untuk membangun Kabupaten Mimika lewat santri-santri kita,” ujarnya.

Santri Cup Ditargetkan Menjadi Liga Santri

Imam mengatakan, Santri Cup diharapkan tidak berhenti sebagai turnamen tahunan, tetapi dapat dikembangkan menjadi Liga Santri yang melibatkan lebih banyak peserta.

Pihaknya juga berencana menyiapkan piala bergilir sebagai bentuk penghargaan bagi para peserta yang berkompetisi. Ia berharap, penyelenggaraan pada tahun mendatang dapat semakin berkembang, bahkan dihadiri perwakilan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Menurutnya, olahraga menjadi bagian penting dalam pembinaan generasi muda. Santri perlu dibekali kemampuan keagamaan dan pengetahuan, sekaligus kesehatan fisik serta semangat untuk berprestasi.

“Kalau santri-santri kita dilatih untuk sehat, insyaallah akan menjadi kuat dan punya semangat yang tinggi,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, pelajar dari enam sekolah dasar (SD) dan 13 sekolah menengah pertama (SMP) turut ambil bagian.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, PCNU Mimika berharap semangat kebangsaan, nilai-nilai keagamaan, sportivitas, serta persaudaraan lintas agama dapat terus tumbuh di kalangan generasi muda.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah dalam membangun Mimika yang rukun, harmonis, dan terbuka bagi semua kalangan.

Penulis: CrystalEditor: Sevianto