Timika, Papuadaily – Tim PT Freeport Kamoro optimistis meraih juara dalam ajang Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) 2026 yang berlangsung di Fire Ground Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Kapten Tim PT Freeport Kamoro, Christo Kevin Kuhon, mengatakan timnya telah menjalani persiapan selama enam bulan untuk menghadapi kompetisi yang menguji kemampuan penyelamatan dan kesiapsiagaan tim tanggap darurat tersebut.
Ia menjelaskan, timnya mengikuti tiga tantangan, yakni High Angle Rescue, Road Crash Rescue, dan Confined Space Rescue.
“Harapan kami tentu bisa menjadi juara karena kompetisi ini diselenggarakan di tempat kami sendiri. Kami juga sudah menjalani latihan secara maksimal,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa (27/10/2026).
Dari ketiga tantangan tersebut, Christo mengungkapkan Road Crash Rescue menjadi salah satu tantangan paling rumit karena kompleksitas dan tingkat kesulitannya yang tinggi.
Dalam simulasi tersebut, peserta dihadapkan pada skenario kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat dan mobil kecil, dengan dua korban yang harus diselamatkan.
Menurutnya, posisi dan bobot kendaraan menjadi faktor penting dalam menentukan teknik penyelamatan. Selain itu, peserta juga dituntut memahami penggunaan peralatan khusus, termasuk western jack, yang memiliki bobot cukup berat.
“Yang paling rumit itu Road Crash Rescue karena kompleksitas dan tingkat kesulitannya sangat tinggi. Peralatan yang dibutuhkan juga terkadang tidak kami miliki, sehingga penggunaannya harus kami pelajari saat berada di arena kompetisi,” jelasnya.
Sementara itu, High Angle Rescue menguji kemampuan tim dalam menyelamatkan korban di ketinggian, sedangkan Confined Space Rescue menguji keterampilan melakukan penyelamatan di ruang terbatas.
Christo menjelaskan, persiapan Tim Kamoro berlangsung selama enam bulan melalui program pelatihan yang telah disusun. Para anggota menjalani latihan bersama untuk meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai skenario penyelamatan.
Dalam kompetisi tersebut, satu tim terdiri dari delapan orang yang bertugas mengikuti ketiga tantangan.
Ia mengakui, bertanding sebagai tuan rumah memberikan tekanan tersendiri bagi timnya. Meski demikian, Christo menegaskan Tim Kamoro tetap optimistis dan berkomitmen memberikan penampilan terbaik bagi PT Freeport Indonesia.

Dukungan terhadap tim tuan rumah juga terlihat dari kehadiran Direktur Utama PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, dalam kegiatan IFRC. Kehadirannya turut memberikan semangat kepada Tim Kamoro yang berlaga dalam kompetisi tersebut.
Selain mengejar prestasi, Christo menilai IFRC menjadi sarana untuk mengukur kesiapan sekaligus meningkatkan kompetensi tim tanggap darurat, khususnya di lingkungan pertambangan.
Ia berharap kompetisi ini dapat terus diselenggarakan sehingga mampu melahirkan rescuer yang kompeten dan siap menghadapi berbagai kondisi darurat.
“Dalam melakukan pertolongan dan penyelamatan, apa pun tingkat kesulitannya, keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Pelaksanaan IFRC di Kuala Kencana juga dimeriahkan dengan kehadiran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta berbagai stan dan booth yang dapat dikunjungi masyarakat Mimika dan sekitarnya.








