Nabire, Papuadaily – Harapan baru bagi peningkatan akses dan kesejahteraan masyarakat kembali terwujud dengan dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda titik kedua. Kegiatan ditandai dengan peletakan batu pertama di Jalan Ilaga, Kelurahan Girimulyo, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (11/4/2026).
Pembangunan ini merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya dan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah bersama TNI dalam membuka akses transportasi serta mendorong percepatan pembangunan di wilayah tersebut.
Program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dengan pelaksanaan di lapangan melibatkan Kodim 1705/Nabire.
Dalam sambutan Kepala Distrik Nabire yang dibacakan oleh Kepala Kelurahan Girimulyo, Ferdinan Pattiruhu, menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI, khususnya Kodam XVII/Cenderawasih dan Kodim 1705/Nabire, atas kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur.
“Pembangunan jembatan ini memiliki peran strategis sebagai penghubung antarwilayah, pendorong pertumbuhan ekonomi, memperlancar mobilitas masyarakat, serta membuka akses pelayanan publik yang lebih luas,” ujarnya.
Wujud Nyata Kehadiran Negara
Sementara itu, Danrem 173/PVB, Brigjen TNI Vivin Alivianto, S.I.P, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kasiter Korem 173/PVB, Kolonel Inf Fajar Wibawa Angkasa, menegaskan bahwa Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar proyek fisik, melainkan wujud nyata kehadiran negara.
“Pembangunan ini adalah langkah konkret memperkuat konektivitas, meningkatkan aksesibilitas, serta mendorong pemerataan pembangunan yang berkeadilan,” ungkapnya.
Dijelaskan pula, pada tahun 2026 ini Korem 173/PVB merencanakan pembangunan jembatan di empat titik. Terdiri dari dua jembatan beton pada tahap awal dan dua jembatan jenis aramco pada tahap lanjutan.
Kehadiran jembatan ini diharapkan memberikan dampak signifikan, mulai dari memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, memudahkan akses pendidikan anak-anak, hingga mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Dengan dimulainya pembangunan di titik kedua ini, masyarakat Girimulyo kini menaruh harapan besar agar proyek dapat segera rampung dan memberikan manfaat nyata, terutama dalam membuka keterisolasian wilayah serta meningkatkan kesejahteraan secara menyeluruh.

