Timika, Papuadaily – Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak menekankan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi atau pendidikan seksual bagi anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Edukasi dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko hubungan seksual dan mencegah berbagai persoalan sosial.
Menurut Alredo, kurangnya pemahaman mengenai kesehatan reproduksi dapat memicu berbagai persoalan, mulai dari kehamilan yang tidak direncanakan hingga risiko penularan infeksi menular seksual, termasuk HIV.
“Ini perlu betul-betul pemahaman sex education buat anak-anak kita, khususnya di bawah umur maupun orang dewasa. Bahwasanya hubungan seks itu pastinya memiliki risiko,” kata Alredo saat diwawancarai wartawan, Jumat (30/10/2026).
Ia mengatakan, masyarakat perlu mendapatkan edukasi yang memadai agar mampu memahami konsekuensi dari setiap keputusan yang berkaitan dengan perilaku seksual.
Alredo menyoroti dua risiko yang perlu dipahami masyarakat, yakni kehamilan yang tidak direncanakan dan penularan penyakit melalui hubungan seksual.
“Ada dua risiko dalam hubungan seks. Kalau tidak perempuan yang hamil, yang kedua penyakit menular, seperti HIV ataupun AIDS. Sehingga ini perlu sekali dipahami seluruh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab dalam membangun hubungan dan keluarga. Menurut dia, kesiapan memasuki kehidupan rumah tangga perlu disertai kematangan berpikir serta kemampuan menghadapi berbagai konsekuensi yang mungkin muncul.
Alredo mengakui, pernikahan tidak serta-merta menjamin seseorang siap menjadi orang tua. Ia menyinggung kasus pembuangan bayi yang masih terjadi sebagai salah satu persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian.
Menurut dia, ketidaksiapan pasangan dalam menerima dan mengasuh anak dapat menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi persoalan tersebut.
“Namun, pernikahan pun tidak juga menurunkan niat orang membuang bayi. Ada yang sudah menikah, tetapi tidak siap punya anak,” katanya.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar mempertimbangkan kesiapan mental dan psikologis sebelum memutuskan menikah dan membangun rumah tangga.
Alredo meminta masyarakat di Timika bertanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan, termasuk terhadap konsekuensi yang mungkin timbul.
“Jadi, saran saya bagi masyarakat di Timika, bertanggung jawablah penuh terhadap apa yang kita perbuat. Kalau kita sudah menikah, berarti harus siap menghadapi hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga,” ujarnya.
Ia menambahkan, kematangan berpikir, kedewasaan, dan kesiapan membangun kehidupan keluarga perlu menjadi pertimbangan sebelum seseorang mengambil keputusan besar dalam hidupnya.
Hindari Perilaku Seksual Berisiko
Secara khusus, Alredo mengimbau anak-anak dan remaja yang belum cukup umur untuk menghindari perilaku seksual berisiko. Ia menilai, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi perlu diberikan sejak dini dengan pendekatan yang sesuai usia.
Menurut dia, edukasi tersebut penting agar generasi muda dapat memahami konsekuensi dari perilaku seksual dan lebih bijak dalam mengambil keputusan.
“Bagi yang belum cukup umur, jangan melakukan hal-hal seperti itu. Karena risikonya, kalau tidak perempuan hamil, bisa-bisa berpenyakit,” kata Alredo.
Pernyataan Kapolres Mimika ini menyoroti pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi, tanggung jawab pribadi, serta kesiapan mental dalam membangun keluarga. Edukasi yang tepat diharapkan dapat membantu anak-anak dan remaja memahami tubuh, menjaga kesehatan, serta menghindari situasi yang berisiko bagi masa depan mereka.








