Tim PTFI Kamoro Juarai Firefighter Combat Challenge di IFRC VIII, Lampaui Hasil Terbaik Latihan

banner 468x60

Timika, Papuadaily – Kerja keras dan kekompakan mengantarkan Tim PTFI Kamoro mencatatkan waktu tercepat dalam kategori Firefighter Combat Challenge (FCC) pada ajang Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) ke-VIII, Jumat (30/10/2026).

Kompetisi yang mendapuk PT Freeport Indonesia sebagai tuan rumah kali ketiga setelah 1996 dan 2005 itu berlangsung di Fire Ground Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Tim Kamoro dari PT Freeport Indonesia (PTFI) meraih posisi pertama dengan catatan waktu 7 menit 57 detik, diikuti oleh PT Vale Indonesia di peringkat kedua dan PT Adaro di peringkat ketiga.

Capaian Tim Kamoro tersebut melampaui hasil terbaik selama latihan, yakni 8 menit.

Sebelumnya, tim yang terdiri dari delapan peserta, satu manajer, dan satu instruktur ini menjalani persiapan selama kurang lebih lima bulan, sejak Mei hingga pertengahan Oktober 2026.

Kapten PTFI Tim Kamoro, Randy Julius, mengatakan pencapaian tersebut berada di luar ekspektasi seluruh anggota tim. Pasalnya, selama masa persiapan, waktu terbaik yang mampu mereka raih masih berada pada angka delapan menit.

“Puji Tuhan, saat kompetisi kami berhasil mendapatkan waktu tujuh menit. Hasil ini di luar target yang kami harapkan dan ternyata melampaui ekspektasi kami semua,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, proses persiapan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga membangun kekompakan dan kerja sama antarpersonel.

Menurutnya, membangun sebuah tim membutuhkan proses, mulai dari saling mengenal, membangun kedekatan atau bonding, hingga memahami karakter dan kondisi masing-masing anggota.

Sebagai kapten, Randy juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kondisi mental anggota tim agar tetap fokus dan tidak kehilangan semangat saat menghadapi tantangan kompetisi.

“Sebagai kapten, saya harus memahami perasaan yang dialami anggota tim agar tidak memengaruhi suasana hati mereka saat bertanding. Menjaga mental dan konsistensi itu sangat penting,” ujarnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim, keluarga, serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan selama proses latihan hingga kompetisi berlangsung.

Ia berharap pengalaman mengikuti IFRC VIII dapat menjadi bekal bagi seluruh anggota untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga kekompakan, serta memperkuat kerja sama tim dalam menghadapi kompetisi berikutnya.

Adapun 170 peserta yang tergabung dalam 17 tim dari 16 perusahaan sektor pertambangan dan energi di Indonesia mengikuti ajang lima tahunan ini.