News  

Inovasi Fiskal dan Penurunan Kemiskinan Diakui, Mimika Borong Dua Penghargaan Kemendagri

foto: HO/Marsel

Jayapura, Papuadaily – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua Tengah, kembali menorehkan prestasi di tingkat regional. Daerah yang menjadi pusat ekonomi Papua Tengah itu berhasil memborong dua penghargaan bergengsi pada Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi se-Tanah Papua Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kota Jayapura, Senin (22/6/2026).

Dua penghargaan yang diraih masing-masing Terbaik I Kategori Creative Financing tingkat kabupaten dan Terbaik I Kategori Penanggulangan dan Penurunan Kemiskinan tingkat kabupaten.

Bupati Mimika Johannes Rettob menyebut penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas kerja kolektif pemerintah daerah bersama masyarakat dalam mendorong pembangunan yang lebih berdampak dan berorientasi pada kesejahteraan warga.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kinerja ke depan. Terima kasih kepada seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Mimika atas dukungan yang diberikan,” ujar Johannes Rettob.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka kemiskinan tidak terlepas dari pelaksanaan berbagai program yang dijalankan secara terpadu, mulai dari pemberdayaan masyarakat hingga intervensi langsung di tingkat kampung.

Salah satu fokus utama yang terus diperkuat adalah percepatan penanganan stunting. Program tersebut melibatkan berbagai elemen, mulai dari relawan kampung, tenaga kesehatan, hingga Tim Penggerak PKK.

Johannes mengungkapkan, prevalensi stunting di Mimika menunjukkan tren penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

“Tahun 2024 kondisi stunting di Kabupaten Mimika 24 persen, masuk tahun 2025 turun 5 persen dan sekarang sisa 11 persen,” katanya.

Ia menjelaskan, upaya penanganan stunting dilakukan melalui pemberian vitamin, makanan tambahan, pemeriksaan kesehatan rutin setiap bulan, serta pendampingan berkelanjutan di tingkat kampung.

Di sisi lain, penghargaan pada kategori creative financing menjadi indikator keberhasilan Pemkab Mimika dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah.

Selama ini, struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mimika masih sangat bergantung pada sektor pertambangan. Karena itu, pemerintah daerah mulai mendorong diversifikasi sumber pendapatan melalui berbagai inovasi dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Johannes mengatakan, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif.

“Kontribusi PAD yang sebelumnya sekitar 7 persen kini meningkat menjadi sekitar 12 persen. Ini menunjukkan adanya kemajuan dalam pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya.

Ke depan, kata dia, arah kebijakan fiskal daerah akan semakin difokuskan pada program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pembangunan rumah layak huni dan peningkatan kesejahteraan warga.

“Program yang kami jalankan harus berdampak langsung bagi masyarakat. Itu yang menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Ia menambahkan, dukungan anggaran yang diterima dari penghargaan tersebut akan diarahkan untuk mendukung program yang berpihak kepada masyarakat.

“Ya, dari Rp6 miliar yang kita terima ini nanti kita lihat untuk perumahan rakyat dan program yang berpihak kepada masyarakat,” pungkasnya.

Prestasi tersebut sekaligus mempertegas posisi Mimika sebagai salah satu daerah di Tanah Papua yang tengah berupaya membangun keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kemandirian fiskal, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.