News  

Bupati Mimika Ingatkan Pencaker Waspada Loker Bodong, Cek Informasi Resmi Disnaker

Bupati Mimika Johannes Rettob. (Foto: Yonri Revolt / PD)

Jakarta, Papuadaily – Bupati Mimika Johannes Rettob mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap maraknya penipuan berkedok lowongan kerja (loker) yang kembali menjerat ratusan pencari kerja (pencaker) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Johannes menegaskan, masyarakat harus memastikan setiap informasi rekrutmen berasal dari sumber resmi, terutama melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), guna menghindari kerugian akibat praktik penipuan yang terus berulang.

“Kasus lowongan kerja bodong ini sudah pernah terjadi. Karena itu, kalau mau mencari kerja harus melalui informasi yang jelas dan resmi dari Dinas Tenaga Kerja,” kata Johannes Rettob saat dikonfirmasi awak media, Jumat (19/6/2026).

Ia mengungkapkan, kasus serupa sebelumnya juga pernah terjadi hingga membuat Pemerintah Kabupaten Mimika harus turun tangan menjemput para korban penipuan yang terlantar di Jakarta untuk kemudian dipulangkan ke Timika.

Menurutnya, peristiwa tersebut seharusnya menjadi pelajaran penting bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan tawaran pekerjaan yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Pemerintah daerah terus mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam menerima informasi rekrutmen, terutama yang beredar melalui media sosial atau pesan singkat,” ujarnya.

Johannes kembali menegaskan pentingnya menggunakan jalur resmi dalam proses pencarian kerja.

“Jadi saya berharap ke depan, kalau mau cari kerja, harus melalui jalur resmi dari Dinas Tenaga Kerja, supaya tidak tertipu,” tegasnya.

Ratusan Pencaker Diduga Jadi Korban Penipuan

Sebelumnya, ratusan pencari kerja di Kabupaten Mimika dilaporkan menjadi korban dugaan penipuan berkedok penerimaan tenaga kerja.

Para korban mengaku mengalami kerugian hingga jutaan rupiah setelah dijanjikan memperoleh pekerjaan melalui sebuah perusahaan yang mengklaim bekerja sama dengan sembilan kontraktor di wilayah Timika.

Kasus ini terungkap pada Jumat (19/6/2026) pagi ketika para pencaker mendatangi Hotel Horison Ultima Timika, lokasi yang sebelumnya diinformasikan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan family gathering sekaligus tahapan akhir proses rekrutmen.

Informasi tersebut beredar melalui grup WhatsApp bernama “Maret_April Job”. Dalam pesan yang tersebar, disebutkan kegiatan akan berlangsung pada 19-20 Juni 2026 dan dihadiri sembilan perusahaan kontraktor yang disebut bermitra dengan perusahaan penyedia tenaga kerja tersebut.

Para peserta dijanjikan akan mengikuti sejumlah tahapan seleksi, mulai dari konfirmasi kehadiran, pemeriksaan kesehatan, wawancara kerja, penandatanganan kontrak kerja, hingga pengambilan foto untuk pembuatan kartu identitas (ID card).

Namun, setibanya di lokasi, para pencaker tidak menemukan aktivitas sebagaimana yang dijanjikan. Pihak perusahaan, termasuk pimpinan dan admin keuangan yang sebelumnya aktif berkomunikasi dengan para peserta, juga tidak terlihat di lokasi.

Kekecewaan para korban semakin memuncak setelah manajemen Hotel Horison Ultima Timika memastikan tidak pernah menerima pemesanan tempat maupun reservasi kegiatan atas nama perusahaan yang dimaksud.

Kasus ini kembali menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan berkedok rekrutmen tenaga kerja yang kerap memanfaatkan tingginya kebutuhan masyarakat akan lapangan pekerjaan.