Timika, Papuadaily – Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika tidak berpihak kepada kandidat mana pun dalam pemilihan Ketua DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mimika.
Di tengah dinamika yang mengiringi Musyawarah Daerah (Musda) KNPI, ia meminta seluruh peserta menghormati mekanisme organisasi dan menjaga persatuan.
Pernyataan itu disampaikan saat Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) dan Musda KNPI Mimika memasuki hari ketiga di Ballroom Hotel Cartenz, Timika, Rabu (1/7/2026).
Menurut Johannes, pemilihan ketua merupakan urusan internal organisasi yang sepenuhnya harus diselesaikan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KNPI.
“Pemerintah Kabupaten Mimika tidak berada di pihak calon mana pun. Kami menghormati proses demokrasi yang sedang berjalan di KNPI. Biarkan seluruh peserta Musda menentukan pilihannya sesuai hati nurani dan mekanisme organisasi. Siapa pun yang terpilih nantinya adalah pilihan keluarga besar KNPI dan pemerintah siap bekerja sama dengan kepengurusan yang sah,” kata Johannes.
Ia menegaskan pemerintah tidak memiliki kepentingan terhadap hasil pemilihan. Yang dibutuhkan, menurutnya, adalah kepengurusan KNPI yang mampu menjadi wadah seluruh organisasi kepemudaan, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta mampu membangun kemitraan dengan pemerintah dan masyarakat.
Johannes mengingatkan agar kompetisi tidak berubah menjadi konflik yang merusak soliditas pemuda. Ia juga meminta pihak-pihak yang tidak memiliki keterkaitan dengan KNPI tidak ikut memengaruhi jalannya Musda maupun menciptakan suasana yang tidak kondusif.
“Kompetisi adalah hal yang biasa dalam organisasi. Tetapi setelah proses ini selesai, tidak boleh ada lagi sekat-sekat. Yang dibutuhkan Mimika hari ini adalah pemuda yang bersatu, saling merangkul, dan bersama-sama memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Johannes juga mengajak seluruh pemuda Mimika menjaga sikap saling menghormati di tengah keberagaman. Ia berharap masyarakat memberikan ruang bagi putra-putra asli dari dua suku besar di Mimika, yakni Amungme dan Kamoro, apabila memiliki keinginan memimpin organisasi kepemudaan di daerahnya sendiri.
“Saya juga berharap agar pemuda Mimika saling menghargai. Walaupun dengan dinamika keberagaman di Mimika, mari kita memberikan kesempatan kepada dua suku besar di Mimika, Pemuda Amungme dan Kamoro, jika ternyata ada yang ingin memimpin di daerah sendiri,” katanya.
Rapimpurda dan Musda KNPI Mimika telah berlangsung selama tiga hari dengan agenda pembahasan tata tertib, penyampaian pandangan organisasi kepemudaan, hingga proses pemilihan kepengurusan baru. Forum tersebut akan menentukan arah organisasi untuk periode kepengurusan berikutnya.
Johannes berharap hasil Musda dapat diterima seluruh peserta sehingga KNPI tetap menjadi ruang bersama bagi seluruh pemuda di Mimika.
“Yang terpenting bukan siapa yang menang atau kalah, tetapi bagaimana KNPI tetap menjadi rumah besar bagi seluruh pemuda Mimika. Mari kita jaga persaudaraan dan bersama-sama membangun daerah ini,” tutupnya.






