News  

Pencurian Marak di Pasar Sentral Timika, Disperindag: Pengamanan Tetap Berjalan

Kepala Disperindag, Sabelina Fitriani. (Papuadaily/Crystal)

Timika, Papuadaily– Maraknya kasus pencurian di kawasan Pasar Sentral Timika menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Mimika. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memperkuat pengawasan keamanan di kawasan pasar, Senin (10/8/2026).

Kepala Disperindag Mimika, Sabelina Fitriani, mengatakan pihaknya telah melakukan rapat bersama kepolisian dan membagi tugas dalam pengawasan keamanan Pasar Sentral.

“Kami sudah rapat dengan Polsek karena memang kita berkolaborasi dengan Polsek Mimika Baru. Jadi kita sudah sama-sama membagi tugas,” kata Sabelina.

Selain mengandalkan petugas keamanan, Sabelina mengimbau para pedagang untuk ikut menjaga keamanan kendaraan dan barang milik masing-masing.

Menurutnya, petugas keamanan tidak mungkin dapat mengawasi kendaraan setiap saat. Karena itu, pedagang diminta memastikan kendaraan dalam kondisi terkunci saat diparkir.

“Kami juga mengimbau kepada para pedagang, memang juga tetap harus menjaga keamanan pribadi. Petugas mungkin tidak bisa memperhatikan kendaraannya selama 24 jam, tapi masing-masing harus prepare. Artinya, kunci kendaraannya pada saat dia parkir di mana, dia harus dikunci,” ujarnya.

Ia mengatakan, kendaraan yang tidak dikunci dapat menjadi peluang bagi siapa saja untuk melakukan pencurian. Terlebih, Pasar Sentral merupakan kawasan yang dapat dimasuki banyak orang.

“Karena mungkin pada saat enggak dikunci, itu peluang buat siapapun. Karena pasti petugas keamanan juga tidak tahu siapa yang bawa motor itu. Karena di Pasar Sentral itu kan semua orang masuk,” jelasnya.

Terkait adanya informasi bahwa tidak terdapat penjaga atau petugas keamanan pada Minggu, Sabelina mengatakan pihaknya akan mengecek informasi tersebut.

“Oh, nanti saya coba cek,” katanya.

Ia menjelaskan, pada Sabtu sebelumnya memang terdapat kegiatan lomba gerak jalan yang diikuti sebagian petugas. Namun, menurutnya, pengamanan pasar tetap dilakukan karena telah ada pembagian tugas.

“Memang karena ada lomba gerak jalan, jadi memang ada sebagian besar yang ikut, tetapi sudah ada pembagian tugas. Petugas keamanan di pasar yang tidak ikut gerak jalan, mereka melakukan pengawasan pasar,” jelasnya.

Ia memastikan petugas keamanan tetap berjaga pada Sabtu maupun Minggu. Pengamanan dilakukan dengan sistem shift sehingga tidak ada hari yang kosong tanpa petugas.

“Ada, tetap jaga. Mereka kan sudah ada shift-nya. Jadi setiap hari tidak ada yang libur. Mereka ada punya libur khusus tapi diatur. Jadi di hari Minggu atau Sabtu tetap ada,” ujarnya.

Menurutnya, petugas keamanan di Pasar Sentral terbagi dalam tiga tim yang bekerja secara bergantian.

“Kan mereka ada shift-shiftan. Ada tiga tim dari sana,” katanya.

Sementara itu, untuk penguatan pengawasan di kawasan pasar, Disperindag masih menunggu program dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

“Program dari Kominfo, jadi kita menunggu dari situ. Kalau memang dari Kominfo tidak ada, ya mungkin kita memang harus mengingatkan untuk pengawasan di sana,” pungkasnya.