News  

Nancy Raweyai: Keberpihakan kepada OAP Harus Diikuti Peningkatan Kompetensi

Nancy Natalia Raweyai

TIMIKA, Papuadaily — Anggota DPR Provinsi Papua Tengah dari daerah pemilihan Mimika, Nancy Natalia Raweyai, menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) dan perbaikan tata kelola pemerintahan hingga tingkat kampung sebagai fondasi pembangunan di Papua Tengah.

Menurut Nancy, keberpihakan terhadap orang asli Papua (OAP) harus diiringi peningkatan kompetensi agar masyarakat memiliki kapasitas untuk mengelola potensi daerah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan.

“Keberpihakan terhadap orang asli Papua itu penting, tetapi standarnya jangan diturunkan. Kita perlu meningkatkan kompetensi dan tata kelola yang baik hingga ke tingkat kampung,” kata Nancy seusai kegiatan reses di Kabupaten Mimika, Selasa (20/10/2026).

Ia menilai, pembangunan tidak cukup hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah di tingkat provinsi maupun kabupaten. Penguatan kapasitas masyarakat di tingkat kampung juga diperlukan agar program pembangunan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat langsung bagi warga.

Nancy mengatakan, upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar pembangunan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Pengembangan SDM, menurut dia, juga harus sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang diterjemahkan ke dalam program nyata bagi masyarakat.

Selain mendorong penguatan SDM, Nancy berencana memperjuangkan pembentukan Peraturan Daerah (Perda) tentang Disabilitas di tingkat provinsi. Regulasi tersebut diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap kebutuhan dan hak penyandang disabilitas.

Ia menjelaskan, usulan Perda Disabilitas masih perlu diperjuangkan melalui mekanisme legislasi, termasuk pembahasan bersama Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) serta penyesuaian dengan perencanaan anggaran daerah.

“Saya sudah berkomunikasi agar usulan Perda Disabilitas ini bisa dimasukkan dalam rencana tahun depan. Namun, ini masih perlu diperjuangkan dan disesuaikan dengan perencanaan anggaran daerah,” ujarnya.

Bangun Kolaborasi Anak Muda

Di luar tugas legislasi dan kegiatan reses, Nancy mengaku tengah membangun jejaring dengan kalangan muda yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan Mimika dan Papua Tengah.

Kolaborasi tersebut diarahkan pada sejumlah sektor, antara lain literasi, kesehatan, dan ekonomi. Ia menilai, keterlibatan generasi muda dengan beragam potensi dan keahlian dapat menjadi salah satu kekuatan untuk mendorong perubahan di daerah.

“Secara pribadi, saya membangun komunikasi dan jejaring dengan adik-adik yang memiliki potensi dan semangat yang sama untuk melakukan perubahan serta membangun Mimika dan Papua Tengah, baik di bidang literasi, kesehatan, maupun ekonomi,” katanya.

Menurut Nancy, kolaborasi lintas sektor perlu terus dikembangkan agar gagasan dan potensi anak muda dapat berkontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.

Dorong Pengembangan Kapasitas Perempuan

Nancy juga mengungkapkan bahwa keberadaan Akademi Perempuan NasDem menjadi salah satu pertimbangannya memilih Partai NasDem. Menurut dia, wadah tersebut menyediakan ruang edukasi dan pengembangan kapasitas bagi kader perempuan.

Ia mengatakan, Akademi Perempuan NasDem secara aktif menyelenggarakan pelatihan, termasuk secara daring, sehingga dapat menjangkau kader perempuan di berbagai wilayah Indonesia.

Program tersebut, lanjutnya, tidak hanya berorientasi pada edukasi, tetapi juga mendorong aksi nyata dan perjuangan kebijakan yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

Nancy berharap program serupa dapat diaktifkan di Papua Tengah agar perempuan setempat memiliki akses lebih luas terhadap pendidikan politik, peningkatan kapasitas, dan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan daerah.

Ia menilai, penguatan kapasitas perempuan menjadi bagian penting dari upaya memperluas keterlibatan masyarakat dalam pembangunan, sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga.