Aksi Heroik Tahan Spanyol, Kiper Cabo Verde Vozinha Jadi Sorotan Dunia

sumber: FIFA

PAPUADAILY – Penjaga gawang veteran Cabo Verde, Josimar José Évora Dias atau yang lebih dikenal sebagai Vozinha, menjadi sorotan dunia setelah tampil heroik saat menahan imbang Spanyol 0-0 pada laga pembuka Grup H Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026).

Penampilan gemilang kiper berusia 40 tahun itu mengantarkannya meraih Michelob ULTRA Superior Player of the Match atau pemain terbaik pertandingan.

Hasil imbang tersebut menjadi catatan bersejarah bagi Cabo Verde (Tanjung Hijau) yang menjalani debut perdana mereka di ajang Piala Dunia. Negara kepulauan kecil di Afrika Barat itu sukses meraih poin pertama sepanjang sejarah keikutsertaannya di turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.

Sepanjang pertandingan, Spanyol tampil dominan dengan penguasaan bola mendekati 75 persen dan melepaskan total 27 percobaan tembakan. Namun, kokohnya pertahanan Cabo Verde serta aksi penyelamatan beruntun dari Vozinha membuat La Roja gagal mencetak gol.

Kiper yang lahir pada 3 Juni 1986 itu tercatat melakukan tujuh penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang emas dari Pedri, Ferran Torres, dan Mikel Merino. Penampilannya menjadi faktor utama yang membuat salah satu favorit juara Piala Dunia frustrasi sepanjang 90 menit pertandingan.

Usai peluit panjang dibunyikan, Vozinha tampak tak kuasa menahan air mata. Ia memeluk rekan-rekan setimnya sambil merayakan pencapaian bersejarah yang langsung dikenang sebagai salah satu kejutan terbesar pada fase awal Piala Dunia 2026.

Vozinha saat ini memperkuat klub kasta kedua Liga Portugal, Chaves. Di usia 40 tahun 12 hari, ia juga menorehkan rekor sebagai salah satu pemain tertua yang menjalani debut di Piala Dunia serta salah satu kiper tertua yang berhasil membukukan clean sheet dalam sejarah turnamen tersebut.

“Kami telah bekerja keras untuk ini. Kami tahu kami bermain melawan salah satu tim nasional terbaik di dunia, tetapi kami juga tahu kualitas kami. Kami telah bekerja keras untuk hari besar ini. Kami tahu ini akan sangat sulit, tetapi kami sangat bahagia,” ujar Vozinha usai pertandingan.

Di sisi lain, gelandang Spanyol Rodri mengakui timnya gagal memaksimalkan peluang yang tercipta.

“Tim sudah berusaha, saya rasa kami memiliki permainan yang lancar. Ini tentang menyempurnakan peluang yang kami ciptakan, karena melawan tim yang banyak bertahan, Anda tidak akan memiliki banyak peluang, dan Anda tahu Anda harus memanfaatkannya. Sesederhana itu,” kata Rodri.

Popularitas Meledak dalam Hitungan Jam

Tak hanya menjadi pahlawan di lapangan, nama Vozinha juga langsung viral di media sosial setelah pertandingan berakhir.

Akun Instagram miliknya yang sebelumnya memiliki sekitar 50 ribu pengikut mengalami lonjakan drastis menjadi jutaan pengikut hanya dalam beberapa jam. Hingga Selasa pukul 14.00 WIT, pengikut Vozinha @vozinha1 di Instagram telah menembus 5,4 juta.

Fenomena tersebut turut dipicu oleh dukungan para penggemar sepak bola global serta kampanye dari sejumlah kreator konten olahraga, termasuk streamer Brasil, CazéTV.

Lonjakan popularitas itu menjadikan Vozinha sebagai salah satu sosok paling dibicarakan pada hari pertama fase grup Piala Dunia 2026.

Kisah sang kiper veteran sekaligus memperlihatkan bahwa Piala Dunia tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menghadirkan cerita-cerita inspiratif dari negara-negara yang sebelumnya tak banyak diperhitungkan.

Bagi Cabo Verde, hasil imbang melawan Spanyol terasa layaknya sebuah kemenangan, sekaligus menandai lahirnya salah satu cerita terbesar di Piala Dunia 2026.