GORONTALO, Papuadaily – Pemerintah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan mengirimkan 148 delegasi pada ajang Pekan Nasional (PENAS) XVII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tahun 2026 yang berlangsung di Kabupaten Gorontalo, 20–25 Juni 2026.
Kontingen Mimika hadir membawa semangat kolaborasi sekaligus memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah kepada ribuan peserta dari seluruh Indonesia. Delegasi terdiri atas petani, nelayan, peternak, pelaku UMKM, penyuluh pertanian, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), serta pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Mimika.
Partisipasi Mimika juga diperkuat dengan kehadiran Ketua Dekranasda Kabupaten Mimika, Ny. Suzzy Herawati Rettob, bersama Wakil Ketua Ny. Periana Kemong yang aktif mempromosikan berbagai produk kerajinan dan hasil olahan khas Papua Tengah melalui stand pameran daerah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Mimika, Abdul Haris Sudarmono, mengatakan keikutsertaan dalam PENAS XVII merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses promosi produk unggulan daerah.
“Keikutsertaan Mimika tidak hanya untuk mengikuti kegiatan nasional, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan potensi ekonomi daerah sekaligus memperluas jejaring kemitraan dengan berbagai daerah di Indonesia,” ujar Abdul Haris di Gorontalo, Jumat (19/6/2026).
Pada ajang tersebut, Kabupaten Mimika menampilkan sejumlah komoditas unggulan, di antaranya Kopi Amuro (Amungme-Kamoro), produk olahan buah merah, nanas unggulan, hasil perikanan, aneka keripik lokal, serta berbagai produk kerajinan tangan binaan Dekranasda.
Menurut Abdul Haris, seluruh produk yang dipamerkan memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi menembus pasar yang lebih luas apabila didukung promosi yang berkelanjutan dan kemitraan dengan pelaku usaha dari berbagai daerah.
“Produk-produk unggulan Mimika memiliki kualitas yang mampu bersaing. Kami berharap melalui PENAS ini akan lahir peluang kerja sama baru, baik dalam pemasaran, investasi, maupun pengembangan usaha sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Mimika,” katanya.
Selain mengikuti pameran, delegasi Mimika juga dijadwalkan mengikuti berbagai agenda peningkatan kapasitas, termasuk Temu Karya yang difasilitasi Kementerian Pertanian. Forum tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman, transfer teknologi, serta pertukaran inovasi di bidang pertanian, perikanan, dan peternakan.
Abdul Haris berharap seluruh peserta yang mewakili Mimika dapat membawa pulang pengetahuan dan pengalaman baru yang dapat diterapkan dalam pengembangan sektor pangan di daerah.
“Kami ingin para petani, nelayan, peternak, penyuluh, dan pelaku UMKM memperoleh wawasan baru serta membangun jaringan yang nantinya dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat Mimika,” ujarnya.
PENAS XVII KTNA Tahun 2026 diikuti delegasi dari 38 provinsi serta ratusan kabupaten dan kota di Indonesia, dengan jumlah peserta dan tamu diperkirakan mencapai sekitar 35 ribu orang. Kegiatan tersebut menjadi salah satu forum terbesar insan pertanian nasional yang mempertemukan pemerintah, petani, nelayan, penyuluh, akademisi, dan pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan sektor pangan.
Melalui partisipasi aktif dalam PENAS XVII, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap potensi pertanian, perikanan, peternakan, UMKM, dan ekonomi kreatif Papua Tengah semakin dikenal di tingkat nasional serta mampu membuka peluang pasar dan investasi yang lebih luas guna mendukung pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.






