MIND ID dan PTFI Tantang Jurnalis Mimika Angkat Cerita Tambang dari Hulu hingga Hilir

Kerry Yarangga (Papuadaily/Crystal)

Timika, Papuadaily – Industri pertambangan tidak hanya bicara soal produksi mineral dan aktivitas tambang. Di baliknya, ada cerita tentang hilirisasi, pembangunan daerah, pendidikan, kesehatan, lingkungan hingga kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Cerita-cerita itu kini ditantang untuk diangkat para jurnalis di Mimika melalui Kompetisi Jurnalistik Media MIND ID yang kembali digelar Mining Industry Indonesia (MIND ID) bersama PT Freeport Indonesia (PTFI) dan Danantara Indonesia.

banner 325x300

Kompetisi yang telah berlangsung sejak 2022 tersebut mengusung tema “Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri”. Sosialisasi kompetisi digelar di Timika, Kamis (3/9/2026), dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari MIND ID, PTFI dan Kantor Berita ANTARA.

Departement Head Corporate Communications MIND ID, Pratiwa Dyatmika, mengatakan sektor pertambangan memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, menurutnya, pengelolaan sumber daya mineral perlu diarahkan tidak sekadar menjual komoditas mentah.

“Indonesia tidak bisa terus hanya menjual mineral mentah. Kita perlu meningkatkan nilai tambah, bagaimana dari sebuah produk bisa terintegrasi antarpelaku industri sehingga menjadi produk baru,” kata Pratiwa.

Menurutnya, MIND ID bersama perusahaan-perusahaan dalam ekosistemnya memiliki peluang untuk membangun rantai industri yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

Hilirisasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah mineral sekaligus memperkuat posisi industri pertambangan dalam perekonomian nasional, termasuk melalui pengembangan industri aluminium hingga bahan baku baterai.

Namun, cerita pertambangan tidak berhenti pada angka produksi dan nilai ekonomi.

Pratiwa mengatakan perusahaan dalam ekosistem MIND ID juga memiliki kontribusi terhadap masyarakat melalui berbagai program sosial, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan, pengelolaan lingkungan serta pengembangan sumber daya manusia.

“Selain aspek ekonomi, perusahaan juga berkontribusi terhadap masyarakat melalui program sosial, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan, termasuk pengelolaan lingkungan dan SDM,” ujarnya.

Berbagai kontribusi tersebut, kata Pratiwa, dapat menjadi sumber cerita bagi para jurnalis untuk melihat industri pertambangan dari perspektif yang lebih luas.

Dari tambang, masyarakat, hingga masa depan industri.

Para jurnalis di Mimika diberi ruang untuk menentukan sendiri sudut pandang dan cerita yang ingin diangkat sesuai fakta serta perspektif jurnalistik masing-masing.

Dalam sosialisasi tersebut, Technical Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Kerry Yarangga, turut memaparkan mengenai kegiatan pertambangan dan perkembangan operasional PTFI.

Sementara itu, perwakilan Kantor Berita ANTARA, Alif Hanifi, menjelaskan teknis, persyaratan dan ketentuan mengikuti kompetisi.

Tahun ini, kompetisi membuka sejumlah kategori, yakni news hardnews, feature, video berita, foto tunggal, foto cerita dan infografik.

Bagi jurnalis Mimika, kompetisi ini bukan sekadar ajang berburu penghargaan. Lebih dari itu, menjadi kesempatan untuk mengangkat cerita dari tanah tambang Papua ke ruang publik nasional—dengan data, fakta dan perspektif jurnalistik.