Timika, Papuadaily – PT PELNI Cabang Timika memastikan dua armada andalannya, KM Sirimau dan KM Tatamailau, saat ini sedang menjalani perawatan dok rutin tahunan. Langkah ini merupakan bagian dari kewajiban pemeliharaan serta pemenuhan standar keselamatan pelayaran bertaraf internasional.
Kepala Cabang PELNI Timika menjelaskan bahwa perawatan dok rutin adalah prosedur wajib yang harus dilaksanakan guna menjamin seluruh armada tetap laik laut dan aman beroperasi saat melayani masyarakat.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Kapal-kapal kami menjalani dok rutin karena ini merupakan kewajiban mutlak internasional. Standar keselamatan kapal penumpang PELNI tidak hanya mengacu pada aturan nasional, tetapi sudah memenuhi standar internasional,” ujarnya saat diwawancarai pada 10 Juni 2026.
Ia menambahkan, kedua kapal tersebut dijadwalkan kembali beroperasi dan melayani penumpang melalui Pelabuhan Pomako mulai Juli 2026 nanti. Kondisi keduanya dipastikan prima untuk menampung lonjakan penumpang selama masa liburan sekolah hingga Agustus mendatang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program stimulus ekonomi pemerintah, PELNI juga memberikan diskon tiket sebesar 30 persen untuk seluruh kapal penumpang kelas ekonomi. Program ini berlaku dalam periode 20 Juni hingga 15 Agustus 2026.
“Diskon 30 persen diberikan langsung dari tarif dasar tiket. Namun perlu diketahui, kuota yang disediakan pemerintah senilai Rp67 miliar bersifat terbatas. Jika kuota tersebut habis sebelum tanggal 15 Agustus, maka tarif akan kembali normal,” jelasnya.
Masyarakat pun sudah dapat melakukan pemesanan tiket mulai sekarang untuk jadwal keberangkatan per 20 Juni 2026.
Guna memaksimalkan pelayanan di wilayah Timika selama masa liburan, PELNI menyiapkan total empat unit kapal. Terdiri dari tiga kapal penumpang bersubsidi (PSO), yakni KM Sirimau, KM Tatamailau, dan KM Nggapulu, serta satu kapal tol laut bersubsidi, yaitu Sabuk Nusantara 75.
“Secara total ada empat kapal yang melayani wilayah Timika, rinciannya tiga kapal PSO dan satu kapal subsidi tol laut,” tegasnya.
Mengenai informasi lengkap rute dan jadwal pelayaran, masyarakat dapat mengaksesnya melalui akun media sosial resmi PELNI Cabang Timika maupun aplikasi PELNI Mobile. Pihaknya juga mengingatkan bahwa jadwal pelayaran dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan operasional dan kebijakan pemerintah.
Sebagai contoh fleksibilitas layanan, sebelumnya kapal Sabuk Nusantara 75 pernah mendapatkan penugasan tambahan untuk melayani rute Pomako–Karas. Penugasan ini guna mengangkut para pendeta dan jemaat dalam kegiatan Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua.
Menghadapi puncak mobilitas saat perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang, PELNI berharap mendapat dukungan Pemerintah Daerah. Dukungan yang dimaksud berupa usulan penambahan armada kepada Kementerian Perhubungan guna mengantisipasi lonjakan jumlah penumpang.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar ada tambahan kapal yang melayani Pelabuhan Pomako saat momen Natal dan Tahun Baru nanti,” ujarnya.
Sementara itu, terkait isu kenaikan harga BBM yang belakangan menjadi sorotan, pihak PELNI memastikan hal tersebut tidak akan berdampak pada tarif layanan kapal bersubsidi yang melayani masyarakat.
“Untuk kapal PSO dan kapal subsidi, masyarakat tidak perlu khawatir. Program ini merupakan bentuk kehadiran negara, sehingga seluruh biaya operasionalnya sudah mendapat dukungan penuh dari pemerintah,” pungkasnya.



